PADANG, ONtime.ID—Semen Padang FC menjadi tim paling banyak kebobolan di antara tim Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 usai dikalahkan dengan skor 2-1 oleh tuan rumah Malut United di Stadion Sultan Agung, Jumat (13/9).
Sejauh ini, Kabau Sirah—julukan Semen Padang FC, mencatatkan tujuh kemasukan gol dan hanya mampu mengoleksi tiga gol dari empat pertandingan. Statistik itu menjadi bukti Semen Padang FC merupakan tim terlemah pada sektor pertahanan.
Selain itu, kekalahan yang ditelan skuad Hendri Susilo membuat tuan rumah Malut United memperoleh kemenangan pertamanya di Liga 1 Indonesia. Sebelumnya Laskar Kie Raha mencatatkan tiga kali hasil imbang secara berturut-turut.
Pelatih Kepala Semen Padang FC, Hendri Susilo mengaku kecewa atas hasil buruk yang diderita timnya. Menurutnya, hasil buruk itu bukan karena skema dan taktik dari Malut United yang bagus, melainkan karena kesalahan individu pemainnya sendiri.
“Saya sangat kecewa kekalahan kami pada pertandingan kali ini, karena murni dari kesalahan individu pemain bukan taktik mereka yang berjalan,” ujarnya, seusai laga.
Hendri menyebut, timnya beberapa kali membuat peluang yang hampir membuahkan gol. Hanya saja para pemainnya tidak mampu memanfaatkan peluang-peluang tersebut untuk merubah papan skor. “Walaupun kami beberapa kali menciptakan peluang, tapi juga banyak kehilangan momen karena memang kesalahan individual,” ujarnya.
Pertandingan antara dua tim promosi ini berjalan ketat sejak awal. Malut United yang tampil sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit-menit awal. Namun Semen Padang FC mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit.
Semen Padang FC sempat memberikan ancaman melalui akselerasi Bruno Dybal pada menit ke-20. Namun, upaya ini gagal dikonversi menjadi gol karena tembakan Bruno terlalu lemah.
Pada penghujung babak pertama, pertahanan solid Semen Padang mulai goyah. Jorge Ivan Correa berhasil memecah kebuntuan Malut United pada menit 45+1. Gol berawal dari aksi individu Correa melewati dua bek Kabau Sirah sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu diantisipasi kiper Diky Indriyana. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 bagi Malut United.
Memasuki babak kedua, Semen Padang FC berusaha keluar dari tekanan. Namun, Malut United justru semakin meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-78 Malut United memperbesar keunggulannya lewat tendangan penalti yang dieksekusi oleh Mansaray Victor. Hadiah pinalti diberikan wasit usai pemain Semen Padang FC dinilai melakukan handball.
Semen Padang FC mencoba mengejar ketertinggalan setelah melakukan pergantian pemain pada menit ke-85. Hasilnya, Cornelius Ezekiel Steward berhasil menyarangkan bola ke gawang Malut United. Kedudukan pun berubah menjadi 2-1.
Dengan kemenangan ini, Malut United naik ke peringkat delapan klasemen sementara dengan enam poin. Sedangkan Semen Padang FC tetap di peringkat ke-15 dengan raihan tiga poin. (*)













