HIBURAN

Marina Budiman Tetap Jadi Perempuan Terkaya RI, Ditopang Lonjakan Bisnis Pusat Data

353
×

Marina Budiman Tetap Jadi Perempuan Terkaya RI, Ditopang Lonjakan Bisnis Pusat Data

Sebarkan artikel ini
Marina
Marina Budiman Tetap Jadi Perempuan Terkaya RI, Ditopang Lonjakan Bisnis Pusat Data

JAKARTA, ONtime.ID — Nama Marina Budiman masih kokoh di puncak daftar perempuan terkaya di Indonesia. Di tengah fluktuasi nilai kekayaan global, posisinya belum tergeser berkat kuatnya kinerja bisnis pusat data yang terus tumbuh pesat.

Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires List per Selasa (21/4/2026) pukul 09.38 WIB, kekayaan bersih Marina tercatat mencapai US$6,1 miliar atau sekitar Rp104,92 triliun (kurs Rp17.200 per dolar AS).

Capaian tersebut tidak lepas dari perannya sebagai salah satu pendiri sekaligus Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data yang menjadi pemain dominan di Indonesia. Pertumbuhan industri digital yang kian masif dalam beberapa tahun terakhir menjadi katalis utama lonjakan valuasi perusahaan tersebut.

[irp posts=”35616″ ]

DCII, yang didirikan pada 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, berhasil menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital. Lonjakan kapasitas dan ekspansi bisnis perusahaan secara langsung mendongkrak kekayaan Marina, yang kini berusia 64 tahun.

Perjalanan karier Marina dimulai dari dunia perbankan sebagai account officer di Bank Bali. Dari sana, ia bertemu Otto Toto Sugiri—kemitraan yang kemudian menjadi fondasi sejumlah bisnis teknologi besar di Indonesia. Keduanya sempat berkarier di PT Sigma Cipta Caraka, sebelum merintis PT Indointernet Tbk (Indonet), yang dikenal sebagai salah satu pelopor layanan internet di Tanah Air.

Transformasi besar terjadi ketika Telkom Indonesia mengakuisisi Sigma Cipta Caraka pada 2008. Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan menuju berdirinya DCII tiga tahun kemudian. Seiring berkembangnya kebutuhan data, DCII melantai di Bursa Efek Indonesia pada 6 Januari 2021, disusul Indonet pada Februari di tahun yang sama.

Saat ini, Marina menguasai sekitar 22,51% saham DCII atau setara 536,50 juta lembar. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut menguasai lebih dari 50% pangsa pasar pusat data di Indonesia, dengan kapasitas terpasang mencapai 128 megawatt (MW) pada akhir 2025—melonjak signifikan dari hanya 58 MW pada 2021.

[irp posts=”35613″ ]

Dari sisi kinerja keuangan, pertumbuhan DCII tergolong agresif. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan dua digit. Pada 2025, pendapatan DCII mencapai Rp2,54 triliun, meningkat 40,14% secara tahunan dibandingkan Rp1,81 triliun pada 2024. Mayoritas pendapatan berasal dari layanan colocation atau penyewaan pusat data.

Sejalan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga meningkat menjadi Rp1 triliun, atau tumbuh 25,72% secara tahunan, meskipun beban pokok pendapatan ikut naik seiring ekspansi bisnis.

Dominasi DCII dalam industri pusat data mempertegas posisi Marina Budiman sebagai salah satu tokoh kunci dalam transformasi digital Indonesia. Dengan permintaan data yang terus meningkat, prospek bisnis ini masih terbuka lebar dan menjadi fondasi utama yang menjaga posisinya di puncak daftar orang terkaya perempuan di Indonesia. (*)

[irp posts=”35610″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID