PADANGPANJANG, ONTIME.ID— Pemerintah daerah diminta untuk mewaspadai ketahanan pangan seiring dengan ancaman kekeringan akibat El Nino tahun ini.
Khususnya di Sumatera bagian timur seperti Jambi dan Riau sudah ada kemunculan titik api. Mungkin dampak lainnya masalah produksi pangan yang akan terganggu.
Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (22/5). Turut hadir jajaran Pemko Padangpanjang yaitu Sekdako, Sonny Budaya Putra bersama beberapa instansi terkait di Balai Kota.
Tito Karnavian meminta daerah melakukan identifikasi komoditas pangan di wilayahnya yang terdampak kekeringan akibat EL Nino. Menurutnya, jangan sampai fenomena alam tersebut tak terpantau dan menimbulkan panic buying seperti yang terjadi di Malaysia.
Tito mengatakan sejumlah titik api atau kebakaran hutan dan lahan akibat El Nino sudah terpantau di sejumlah daerah. Seperti Riau dan Jambi. “Ini perlu kita waspadai yang dampak lainnya adalah masalah panen, produksi pangan dikarenakan adanya kekeringan-kekeringan,” katanya.
Sehingga kondisi ini, kata Tito perlu diwaspadai karena pasti akan berdampak pada produktivitas pertanian. Ia menekankan, hasil identifikasi tersebut ditemukan adanya potensi menurunnya produksi pangan yang beresiko meningkatkan inflasi.
“Segera untuk dilakukan langkah-langkah intervensi. Terutama dinas pertanian, perdagangan. Mulai bekerja untuk menyiapkan, mengambil plan (rencana) B untuk mencari stok untuk mencukupi daerah masing-masing. Jangan sampai kemudian terjadi panic buying dan kemudian memicu kenaikan inflasi,” ucapnya.
Tito pun menyoroti fenomena panic buying air mineral dampak kekeringan yang terjadi di negara tetangga, yakni Malaysia. Ia tak ingin kondisi serupa terjadi di Indonesia hingga beresiko meningkatkan inflasi.
Ia mengatakan ketika stok air mineral sebagai salah satu kebutuhan mendasar masyarakat terbatas, maka hukum dagang pun berlaku. Harga komoditas tersebut pasti akan meningkat karena permintaan yang tinggi sementara stok yang ada tak mampu memenuhi kebutuhan.
Menurutnya bila kondisi itu terjadi, maka sudah pasti dampaknya akan langsung terasa, salah satunya restoran yang akan menyesuaikan dan menaikkan harga. Sampai akhirnya akan berdampak pada meningkatnya inflasi secara nasional
Sementara, Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga. Dengan rincian, sembilan komoditas mengalami kenaikan dan delapan komoditas mengalami penurunan.
Pihaknya juga akan terus mengawasi ketersediaan stok untuk menjaga stabilitas harga. “Sebagian besar berfluktuasi ringan dan tidak mempengaruhi stabilitas transaksi di Pasar Pusat Padang Panjang,” jelasnya. (vand)












