Kab. Tanah Datar

Menko PMK dan Mensos Bangkitkan Semangat Masyarakat Tanah Datar

468
×

Menko PMK dan Mensos Bangkitkan Semangat Masyarakat Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
Menko
Bupati Tanah Datar, Eka Putra memegang bahu korban galodo saat berada di pengungsian Lima Kaum, mengajak untuk sabar dan bisa bangkit dari kesedihan pascabencana.

TANAH DATAR, ONTIME.ID—Ahli waris korban meninggal dunia dan rumah rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor pada 11 Mei 2024 yang lalu di kabupaten Tanah Datar menerima santunan dan bantuan dari Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), yang disalurkan melalui sejumlah kementerian.

Bantuan untuk ahli waris diberikan melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) masing-masing sebesar Rp15 juta. Kemudian, masing-masing untuk bantuan rumah rusak berat sebesar Rp60 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak ringan Rp15 juta melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy yang turut disaksikan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini; Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto; Bupati Tanah Datar, Eka Putra; serta Forkopimda Tanah Datar, Ketua TP-PKK Tanah Datar, dan undangan lainnya di lapangan bola kaki lima kaum Kecamatan Lima Kaum, Selasa (21/5).

Menko PMK, Muhadjir Effendy pada kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf dari Presiden RI yang tidak jadi berkunjung ke Tanah Datar. “Beliau rencananya akan datang mengunjungi Bapak/Ibu semua, namun karena sesuatu hal tidak jadi. Kami tahu semua kecewa, namun semoga kehadiran kami mengurangi rasa kecewa Bapak/Ibu, karena kami juga membawa bantuan dari Presiden,” katanya.

Disampaikan Menko PMK, rumah-rumah di bantaran sungai untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. Diminta kepada masyarakat di pinggir sungai yang menjadi jalur lahar dingin untuk bersedia direlokasi, sehingga kejadian musibah yang merenggut puluhan jiwa ini tidak kembali terjadi. “Untuk pembangunan rumah semuanya dibiayai pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Mensos, Tri Rismaharini menyampaikan hal sama, agar masyarakat di jalur sungai untuk segera direlokasi.

“Melihat peta dari vulkanologi nampak jalur lahar dingin. Agar nantinya ketika terjadi lahar dingin akibat hujan di hulu tidak menimbulkan korban, maka masyarakat yang berada di jalur itu harus di relokasi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyampaikan, masyarakat di bantaran sungai banyak yang trauma dan bersedia untuk direlokasi. Pemerintah daerah (pemda), katanya, sudah menyiapkan lahan untuk relokasi, dan terus berkoordinasi dengan wali nagari sekiranya masyarakat juga memiliki lahan yang aman untuk relokasi.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta donatur lainnya yang telah menyerahkan bantuan untuk korban musibah banjir bandang dan longsor.

“Terima kasih bantuan semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, dan donatur. Bantuan itu tentu dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Terima kasih. Semoga menjadi amal ibadah dan musibah ini juga segera berlalu di Tanah Datar,” katanya.

Rombongan menteri juga mengunjungi lokasi bencana di Simpang Manunggal dan Parambahan. Kemudian juga menyerahkan paket bantuan dari Presiden berupa bantuan tas dan peralatan sekolah dan juga beberapa bantuan lainnya. (vand)