PADANG, ONTIME.ID— Sebanyak Rp1,5 miliar dana nasabah Bank Nagari, Sumatera Barat (Sumbar) dikuras pelaku kejahatan skimming dengan korban 141 orang. Sementara Automated Teller Machine (ATM) yang diduga dipasang skimmer oleh pelaku 3 unit.
Nasabah Bank Nagari yang terdampak tindakan kejahatan skimming telah bisa dibayarkan kepada nasabah yang sudah mengisi form pengaduan dan surat pernyataan serta telah diverifikasi oleh Tim Verifikator Kantor Pusat Bank Nagari.
Demikian dikatakan Direktur Utama Bank Nagari, Muhamad Irsyad didampingi Direktur Keuangan, Sania Putra; Direktur Kredit dan Syariah, Gusti Chandra; Komut, Benni Warlis; Komisaris, Manar Fuadi; dan Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus saat jumpa pers, Kamis (12/5).
“Jadi kami sesegera mungkin membayarkan penggantian seluruh dana nasabah yang terdampak skimming. Para nasabah tersebut sudah kami hubungi untuk datang ke kantor Bank Nagari,” kata Irsyad.
Irsyad mengatakan, berdasarkan penyelidikan dan investigasi yang dilakukan oleh pihaknya, terdapat sebanyak 141 nasabah Bank Nagari yang terdampak kejahatan skimming dengan kerugian sekitar Rp1,5 miliar.
“Penggantian dana nasabah tersebut kami targetkan selesai paling lambat 20 hari kerja. Intinya kami akan mengganti seluruh dana nasabah yang terdampak skimming ini,” katanya.
Dijelaskan, untuk proses penggantian dana yang terdampak kejahatan skimming, Irsyad mengungkapkan, ada beberapa form yang harus diisi. Seperti form pengaduan dan surat pernyataan. Setelah itu, semua dilengkapi maka proses verifikasi akan dilaksanakan dan sesegera mungkin diganti dana nasabah tersebut.
Irsyad menyampaikan, dalam melakukan investigasi pihaknya mempelajari motif transaksi yang dicek melalui tanggal dan jam transaksi. Kemudian, melakukan pengecekan terhadap data transaksi terakhir yang yang dilakukan nasabah melalui kartu ATM Bank Nagari sebelum kejadian transaksi mencurigakan yang dilaporkan nasabah.
“Selanjutnya kami melakukan pengecekan langsung ke lokasi ATM Bank Nagari yang diduga menjadi transaksi terakhir nasabah,” ujarnya.
Bank Nagari juga mengambil rekaman CCTV di lokasi ATM dan melakukan pengecekan data rincian transaksi kartu ATM Bank Nagari yang dianggap mencurigakan melalui data monitoring ATM.
Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan data transaksi kartu ATM Bank Nagari pada channel ATM Bank lain di luar Sumbar nasabah mengaku tidak melakukan transaksi yang dimaksud karena kartu ATM berada pada nasabah itu.
“Jadi kejadian itu diperkirakan berlangsung dari jam 16.30 tanggal 4 Mei 2022 sampai jam 09.40 di tanggal 5 Mei,” ujarnya.













