PADANG, ONTIME.ID– Dinas Pertanian Kota Padang menargetkan sebanyak 4.200 kelahiran anak sapi pada tahun 2023.
“Semakin banyak sapi yang lahir, maka akan berdampak positif terhadap populasi sapi di Kota Padang. Ini terus kita gerakkan bagaimana nantinya populasi sapi tetap meningkat, baik IB atau alami.
Sementara untuk perawatan sendiri, itu kita punya petugas IB dan dokter hewan yang memfasilitasi di lapangan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat, Senin (6/3).
Sebelumnya, pada tahun 2022 Dinas Pertanian Kota Padang mencatat 3.177 ekor angka kelahiran hewan ternak sapi, dari angka yang ditargetkan sekitar 3.500 ekor.
“Tahun 2022, kita berhasil mencatat sekitar 90 persen dari angka yang ditargetkan sepanjang 2022 lalu. Kelahiran ini, sebagiannya ada yang di IB (Inseminasi Buatan) dan ada juga yang alami,” tuturnya.
Ia menambahkan, anak sapi hasil IB tercatat sebanyak 2.950 ekor, kemudian sebanyak 227 ekor sisanya alami. Tidak hanya angka kelahiran anak sapi, tahun 2022 Dinas Pertanian juga telah memeriksa sebanyak 1.800 ekor sapi.
Terkait target angka kelahiran sapi di tahun 2023 pihaknya menjelaskan target untuk pemberian IB lebih tinggi, yaitu sekitar 5335 ekor.
Sementara untuk klinik Puskeswan sendiri terdapat di tiga daerah di Kota Padang yaitu di Koto Tangah, Nanggalo, dan Marapalam.
Pada masing-masing Puskeswan tersebut sudah terdapat petugas, dokter hewan atau para medis yang menangani jika terjadi permasalahan atau penyakit pada hewan ternak.
“Bahkan masyakat juga bisa mendapatkan bantuan para medis melalui telfon, nanti dokter hewan yang ada di puskeswan tersebut akan memfasilitasi bantuan pengobatan atau pun solusi permasalahan yang dihadapi,” tuturnya.
Kemudian, untuk pemeriksaan kesehatan sapi ataupun sapi bunting sudah bisa ke para medis yang disediakan Dispertan. Bahkan dari sapi mulai birahi pun sudah bisa diperiksa melalui petugas IB, jadi masyarakat bisa langsung menghubungi petugas apabila dibutuhkan.
“Jika sapi ingin di-IB, maka nantinya akan dikawal oleh petugas dari Dispertan sampai sapi bunting dan juga melahirkan. Namun, jika sapi bunting alami kita akan tetap memfasilitasi dengan pengawalan oleh petugas baik IB, para medis, dan juga dokter hingga melahirka,” tutur dia.
Selain itu, pihaknya juga mengarahkan peternak untum menjaga kebersihan, dan kesehatan hewan ternak, dan pola makan sapi supaya nanti berdampak baik pada tumbuh perkembangan anak sapinya. Kemudian bagaimana merawat sapi agar tidak sakit dan menangani sapi yang tengah sakit agar cepat pulih.
“Kita juga akan membantu segala bentuk permasalahan saat sapi melahirkan. Baik itu dalam segi obat atau kendaraan lainnya, serta mengarahkan kandang tetap bersih saat melahirkan. Agar anak sapi pun dapat menyusu dalam keadaan bersih,” tuturnya lagi. (*/vand)













