Padang

Padang Timur Wisuda 35 Anak Stunting

441
×

Padang Timur Wisuda 35 Anak Stunting

Sebarkan artikel ini
padang
Kecamatan Padang Timur melaksanakan wisuda rumah gizi periode II untuk anak stunting dan gizi buruk. 35 anak yang diwisuda diberi sertifikat.

PADANG, ONTIME.ID – Kecamatan Padang Timur melaksanakan wisuda rumah gizi periode II untuk anak stunting dan gizi buruk. 35 anak yang diwisuda diberi sertifikat.

 

Camat Padang Timur Siska Meilani mengatakan, konsep wisuda ini yaitu untuk mencegah anak dari stunting dengan cara diwisuda, hal ini berarti sudah di entaskan masalah stunting di Padang Timur.

 

“Konsep rumah gizi ini tergabung dalam sumur ganting Kecamatan Padang Timur, jadi di rumah gizi ini anak-anak dan orang tua di edukasi perihal pola makan, pola asuh dan bagaimana menghadapi anak-anak yang terdampak,” kata Siska Meilani, Kamis (27/10).

 

Ia menjelaskan, nanti orang tua akan dievaluasi setelah 12 hari terkait bagaimana perubahan pola pikir, apakah sudah bisa mengasuh anak dengan baik dan membuat makanan yang bergizi dengan baik juga.

 

“Untuk anak-anaknya apakah sudah naik berat badannya dan bagaimana kualitas dirinya, karena saat terkana stunting anak-anak cenderung pendiam dan tidak banyak bicara. Selanjutnya akan dilihat perkembangan, apakah setelah diberi pelatihan di rumah gizi mereka akan lebih aktif atau tidak, selain itu sensorik motoriknya juga akan dilatih,” ujarnya.

 

Lebih jauh ia menjelaskan, pada saat wisuda periode pertama kemaren, ada satu orang anak yang tidak tuntas atau yang tidak bisa di wisuda karena orang tuanya jarang datang dan anaknya juga tidak mengalami perkembangan.

 

“Tapi alhamdulillah pada wisuda periode kedua ini dari 35 anak semua aktif dan naik berat badannya,” ucapnya.

 

Ia berharap, semoga program rumah gizi ini terus berlanjut karena dengan inovasi sumur ganting dari hulu ke hilir harus terus berjalan. Jadi hulu sudah mengadakan sosialiasi untuk anak-anak SMP dengan memberikan zat besi bersama Puskesmas yaitu sosialisasi terkait stunting. Hilirnya yaitu juga membentuk pokja sehat untuk sosialisasi masalah sanitasi jamban sehat dan akan dijalankan Bulan November mendatang.

 

“Jadi konsep sumur ganting dengan rumah gizi ini saling berkolaborasi dengan harapan kedepannya agar wisuda rumah gizi ini tetap berjalan dan berkelanjutan. Bagi masyarakat Padang Timur yang tidak mampu bisa terbantu dan terentaskan anak-anak yang stuntingnya sehingga anak-anak Padang Timur menjadi anak-anak yang berkualitas,” tuturnya.

 

Asisten Wali Kota Padang Edi Hasymi mengatakan, dipetik dari pelaksanaan wisuda tersebut, yang harus dibenahi yaitu pola pikir masyarakat atau pengetahuan orang tua terutama ibu.

 

“Harus tau sebabnya apa, disamping pola pikir juga ada hal lain yaitu persoalan minum sehari-hari atau air yang diminum. Sekarang programnya sudah diminta kepada ibu-ibu hamil untuk pergi ke posyandu melihat perkembangan janin. Selain itu, faktor sanitasi juga harus diperhatikan karena jamban yang tidak layak akan berpengaruh terhadap kesehatan,”ujarnya. (*/red)