PASBAR, ONTIME.ID—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat (Pasbar) menggelar evaluasi tindak lanjut penanganan kasus stunting di daerah tersebut, di auditorium kantor bupati setempat, Senin (21/11).
Evaluasi ini merupakan lanjutan dari audit kasus stunting yang telah digelar pada tahun 2022.
Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pasbar mengatakan, evaluasi ini bertujuan untuk memastikan upaya untuk menekan angka prevalensi stunting di Pasbar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimanapun, pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.
“Capaian Pasbar sebagai terbaik 1 dalam penurunan prevalensi stunting se-Sumbar telah mendapatkan apresiasi, namun tentu harus kita pertajam dalam mencapai target yang telah ditetapkan,” katanya.
Dalam mencapai target tersebut, TPPS, yang meliputi OPD terkait, tim kecamatan, serta tim nagari harus fokus pada lokasi prioritas, yakni penanganan terhadap 90 jorong yang masih memiliki angka stunting tinggi. Ke depan, ia menginginkan adanya sistem aplikasi untuk mendukung prioritas tersebut.
“Masih ada tugas berat kita berdasarkan target tahun 2024. Lokus kita di 90 jorong. Ini tidak terlepas dari peran semua OPD, serta Bapak dan Ibu dari kecamatan dan nagari sebagai perwakilan. Ke depan kami menginginkan adanya sistem aplikasi agar pada 2023 kita bergerak bersama dan mencapai target angka 14 persen,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Pasbar, Anna Rahmadia menyebutkan, audit kasus stunting menjadi prioritas yang harus dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui permasalahan apa yang mengakibatkan stunting di Pasbar.
“Kami berharap tidak ada lagi kasus stunting baru di Pasbar. Adanya dua intervensi dalam penanganan stunting, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Pada kasus yang ada harus dilihat berdasarkan intervensi tersebut. Spesifik yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sementara sensitif sebagai pendukung penurunan stunting,” katanya. (*/red)













