BEKASI, ONtime.ID – Peristiwa berdarah mengguncang Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026) dini hari. Sepasang suami istri menjadi korban dugaan pembunuhan di dalam kamar rumah mereka sendiri.
Korban laki-laki berinisial EU (65) ditemukan tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Jenazahnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses autopsi. Sementara istrinya, P (60), ditemukan dalam kondisi kritis dan kini menjalani perawatan intensif di RS Primaya Kalimalang akibat luka berat yang diduga karena penganiayaan.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Andi Muhammad Iqbal, membenarkan kejadian tersebut.
“Kami menerima laporan dari warga terkait dugaan pembunuhan terhadap pasangan suami istri. Korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit,” ujar Andi di lokasi kejadian.
[irp posts=”34349″ ]
Terungkap dari Kejanggalan Waktu Sahur
Kasus ini pertama kali terungkap dari kecurigaan anak korban. Ia mengaku biasanya dibangunkan sang ibu sekitar pukul 03.00 WIB untuk persiapan sahur. Namun pada hari kejadian, hingga alarm ponselnya berbunyi sekitar pukul 04.15 WIB, tak ada panggilan seperti biasanya.
Merasa janggal karena waktu imsak sudah dekat, anak korban turun untuk memeriksa. Ia mencoba memanggil ibunya, namun tak mendapat respons. Dalam suasana sunyi dini hari, ia mengaku sempat mendengar suara lirih seperti rintihan dari dalam kamar.
Panik, ia berusaha meminta bantuan warga sekitar, namun kondisi lingkungan masih sepi. Ia lalu menghubungi keluarga besar. Saat keluarga datang dan membuka paksa pintu kamar yang terkunci, keduanya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
EU tergeletak di atas kasur dengan mata lebam dan tubuh bersimbah darah. Sementara P ditemukan di lantai kamar dengan luka serius.
[irp posts=”34346″ ]
Luka Benda Tumpul, Dugaan Pelaku Lebih dari Satu
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, kedua korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala.
“Untuk sementara, masing-masing korban mengalami dua luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul,” jelas Andi.
Polisi belum menyimpulkan motif pasti. Namun dari keterangan awal anak korban, terdapat sejumlah barang yang hilang, di antaranya gelang emas yang dikenakan korban perempuan serta dua kunci mobil milik keluarga.
“Kami belum bisa memastikan apakah ini murni perampokan atau ada motif lain. Tetapi ada barang yang hilang, yakni emas di tangan korban perempuan dan dua kunci mobil,” tegasnya.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan dugaan pelaku masuk dengan merusak jendela di bagian pojok rumah. Polisi juga menemukan jejak kaki yang mengarah ke tembok belakang yang berbatasan dengan lahan kosong.
“Diduga pelaku memanjat tembok belakang lalu masuk lewat jendela. Kemungkinan lebih dari satu orang, namun ini masih kami dalami,” ujar Andi.
[irp posts=”34343″ ]
Penanganan Gabungan, Bukti Diamankan
Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk kasur dengan bercak darah dan material dari lokasi jendela yang diduga menjadi titik masuk pelaku. Polisi juga tengah mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi serta memeriksa saksi-saksi dari keluarga dan warga sekitar.
Kasus ini ditangani secara kolaboratif oleh Polsek setempat, Polres Metro Bekasi Kota, dan Polda Metro Jaya.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang terjadi di kawasan permukiman. Warga sekitar mengaku terpukul dan berharap pelaku segera ditangkap. Sementara polisi menegaskan penyelidikan dilakukan secara intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan brutal tersebut. (*)
[irp posts=”34340″ ]













