PDRB per kapita yang menjadi indikator tingkat kemakmuran juga mengalami kenaikan di Kabupaten Solok. PDRB per kapita merupakan nilai hasil bagi antara nilai tambah yang dihasilkan pertumbuhan ekonomi dengan dengan jumlah penduduk.
Nilai PDRB per kapita Kabupaten Solok tahun 2020 tercatat Rp34,62 juta. Di tahun 2021 naik menjadi Rp35,72 juta. Kebijakan pemerintah Kabupaten Solok berdampak besar dalam peningkatan ekonomi. Meski butuh modal yang tidak sedikit baik untuk memperkuat infrastruktur, fisik maupun sosial. Hal yang tak kalah penting adalah Sumber Daya Manusia (SDM).
Bupati Solok, Epyardi Asda, saat baru dilantik sudah melakukan gebrakan dengan menolak menggunakan anggaran untuk pembelian mobil dinas baru. Ia menggunakan mobil pribadi. Program ekskavator untuk pembukaan jalan tani, pemberian bibit gratis, pemurnian beras solok, hingga menata kembali aset terutama di bidang kesehatan dan yang paling fenomenal adalah anggaran yang diberikan kepada nagari mencapai Rp100 miliar lebih.
“Saya sejak awal menjabat hanya ingin mengabdi untuk kampung halaman. Ingin membawa Kabupaten Solok kembali bangkit. Tentu itu tidak pekerjaan mudah, diperlukan kekompakan. Maka itu saya membuat konsep anggaran berbasis kebutuhan rakyat. Ini agar uang rakyat bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh rakyat,”tuturnya. (*/red)











