Kata mahakarya pantas disematkan pada foto-foto milik Erison J Kambari yang berhasil memotret berbagai keindahan alam dan ragam budaya Minangkabau yang penuh makna.
Pekan kedua Bulan Ramadan lalu di tengah pematang yang dikelilingi hamparan luas sawah di kaki Gunung Singgalang saat surya belum terbit seutuhnya berkesempatan menemui fotografer kebanggan Ranah Minang itu sedang berburu momen.
Dari kejauhan topi pet warna abu-abu dan kamera yang tergantung di leher membuat Erison J Kambari mudah dikenali. Seperti pada Pagi Minggu (17/4) saat Erison sedang “berburu” momen menarik untuk di foto di persawahan berlatar Gunung Singgalang di Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Dari pematang sawah ia tampak asyik membidikkan lensa kamera ke arah gerombolan bangau putih yang tampak terbang berkejaran mencari makan di lelumpuran.
Erison sudah bergelut dengan seni melukis cahaya itu sejak 30 tahun yang lalu. Berbagai foto-foto bertemakan kampung halaman, keindahan alam Minangkabau karya Erison kini sudah juga sering berseliweran di sosial media. Ia bahkan rutin membagikan foto-fotonya di instagram dan facebook pribadi miliknya, yakni @erisonjkambari.
Bukan tanpa alasan, bagi EJK, fotografi bukan hanya tentang mengambil gambar yang seindah mungkin lalu mengunggahnya di sosial media untuk mendapatkan puji-pujian. Namun lebih dari itu, menurutnya, berkarya merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan, cerita kepada orang lain.
“Sabingkai foto pangganti saribu kato, bagi saya itulah makna foto. Karena ada banyak hal yang tak terlukiskan dengan kata-kata tapi bisa terwakili dalam sebuah foto. Saya ingin berkisah dan berbagi banyak hal kepada setiap orang tentang hal-hal yang tidak bisa tersampaikan lewat kata-kata,” kata Erison.













