PADANG,ONTIME.ID– Sebanyak lima kepala daerah yang wilayahnya termasuk dalam rencana jalan Tol Padang – Pekanbaru, trase Sicincin – Bukittinggi menyatakan komitmen dan dukungan untuk percepatan pembebasan lahan Tol trase Sicincin – Bukittinggi.
Komitmen tersebut terungkap saat rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy dengan bupati dan wali kota terkait di VIP Room Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Kamis (16/5) pekan lalu.
Dalam pemaparannya, Wagub Audy menyampaikan pentingnya komitmen bersama percepatan pembebasan lahan dalam rangka meyakinkan pemerintah pusat untuk melanjutkan proses pembangunan Tol di Sumbar, khususnya trase Sicincin – Bukittinggi.
Menurut Wagub, Trase Sicincin – Bukittinggi, lebih diutamakan jika dibandingkan trase Payakumbuh – Pangkalan, karena nilai ekonomisnya lebih tinggi.
“Saat bertemu dengan Dirjen dan Direktur KemenPUPR kami mengusulkan agar trase Sicincin-Bukittinggi dibangun terlebih dahulu. Kalau Padang-Sicincin tanahnya sudah 99,9 persen, fisik 62 persen, artinya sudah selesai. Jadi lebih elok melanjutkan melanjutkan Sicincin-Bukittinggi,” ucap Wagub Audy yang juga Ketua Percepatan Pembebasan Lahan Tol Sumbar ini.
Ia menegaskan, jalan tol adalah solusi bagi Sumatra Barat. Baik dari segi kelancaran logistik, solusi kemacetan, solusi waktu, hingga keamanan transportasi dan perekomomian Sumbar.
“Jadi kami mohon dukungan betul dari bupati, wali kota agar jangan sampai ada penolakan masyarakat,” ungkapnya
Dalam proses pembebesan jalan bebas hambatan ini, sambung Wagub tidak akan ada yang namanya ganti rugi. Melainkan ganti untung. Tanaman padi masyarakat bahkan akan dibayar seharga 8 kali panen.
“Tanaman, bangunan, pagar, dan lainnya juga akan diganti, ” tegas Wagub menyampaikan.
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengapresiasi upaya Pemprov Sumbar untuk penyelesaian jalan tol. Ia bahkan yakin bahwa lanjutan pembangunan tol ke Bukittinggi tidak akan banyak kendala. Sebab bukan melewati daerah pemukiman padat, hanya mayoritas perbukitan, hutan dan lahan.
“Insya Allah untuk Padang Pariaman, tidak serumit trase yang sebelumnya,” kata Suhatri.
Senada, Bupati Agam, Andri Warman sebagai wilayahnya yang banyak terkena berharap tol terwujud, sehingga transportasi ke Agam dan Bukittinggi semakin lancar.
“Prinsipnya kami mendukung. Kami siap lakukan pendekatan dengan masyarakat. Tinggal data pasti daerah mana saja yang dilalui,” kata Andri Warman.
Sementara itu, Pj Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra meminta agar ada exit tol di Kota Padang Panjang.
Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Wagub Audy menyebut pihaknya segera mungkin akan menyiapkan surat komitmen bersama yang akan ditandatangani bersama kepala daerah dan kemudian akan dikirim ke pusat.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rifda Suriani, Sekda kabupaten/kota, para camat serta wali nagari terkait lainnya. (vand)













