Kab. Pesisir Selatan

Pessel Tanggap Darurat, 20.170 Jiwa Mengungsi dan 5.335 Rumah Terendam Banjir

464
×

Pessel Tanggap Darurat, 20.170 Jiwa Mengungsi dan 5.335 Rumah Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
pessel
Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan selama sepekan terakhir telah menyebabkan ribuan rumah terendam banjir, dan puluhan orang warga terpaksa mengungsi.

PESSEL, ONTIME.ID — Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan selama sepekan terakhir telah menyebabkan ribuan rumah terendam banjir, dan puluhan orang warga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, bencana banjir di Kecamatan Koto XI Tarusan pada Jumat (18/11) kemarin telah menyebabkan 3.544 jiwa (969 KK) mengungsi. Banjir juga menyebabkan satu unit rumah warga rusak dan 559 unit lainnya terendam. Sementara, infrastruktur terdampak berupa penguat 50 tebing sungai.

Sedangkan di Kecamatan Bayang, banjir menyebabkan 12.034 jiwa (4.623 KK) mengungsi dan 3.256 unit rumah terendam. Banjir juga menyebabkan satu unit jembatan rusak. Di Kecamatan IV Jurai, banjir menyebabkan satu unit rumah warga rusak dan 3.256 unit rumah terendam. Banjir juga merendam jalan sepanjang 100 meter dan berdampak terhadap satu unit irigasi.

Sementara Di Kecamatan Batang Kapas, banjir menyebabkan 3.582 jiwa (1.194 KK) mengungsi dan 1.194 unit rumah terendam. Infrastruktur terdampak lainnya 50 penguat tebing sungai.

Di Kecamatan Sutera, banjir juga terdampak terhadap infrastruktur 2 unit jembatan. Di Kecamatan Lengayang, banjir menyebabkan 900 jiwa mengungsi dan 300 unit rumah warga terendam. Banjir juga terdampak terhadap satu unit jembatan dan 35 hektar sawah.

Lalu, Di Kecamatan Linggo Sari Baganti banjir merendam akses jalan sepanjang 20 meter. Di Kecamatan Silaut banjir menyebabkan 110 jiwa mengungsi dan 26 unit rumah terendam.

“Total warga yang mengungsi sebanyak 20.170 jiwa (6.786 KK). Rumah rusak satu unit dan rumah terendam 5.335 unit. Jembatan terdampak banjir empat unit dan jalan 120 meter. Infrastruktur penguat tebing sungai terdampak 100 meter dan sawah yang terendam 35 hektar. Kerugian akibat banjir ditaksir mencapai Rp4,7 miliar,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Jumaidi, Sabtu (19/11).

Untuk mengatasi bencana di Pessel ini, BPBD Kabupaten Pessel berkoordinasi dengan BPBD Sumbar. Bupati Pessel juga menetapkan status tanggap darurat terkait banjir dan longsor selama 14 hari, mulai dari tanggal 17 hingga 30 November 2022.

Satgas BPBD Kabupaten Pessel saat ini juga melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan intansi terkait. Untuk penanganan banjir dan longsor ini, instansi yang terlibat BPBD Kabupaten Pessel, TNI, Polri, KSB, PMI, FPRB Kabupaten pessel, Tagana dan OPD terkait. (*/red)