Solok

Polres Solok Sidak Sejumlah SPBU

364
×

Polres Solok Sidak Sejumlah SPBU

Sebarkan artikel ini
spbu
Sejumlah petugas dari Polres Solok berjaga dan mengecek kelancaran pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU Lubuk Selasih, Kabupaten Solok.

SOLOK, ONTIME.ID — Polres Solok (Arosuka) melakukan pengawasan dan mengecek sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).

Hal ini terkait keluhan masyarakat yang mengaku susah mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan juga untuk memastikan tidak adanya upaya oleh oknum yang memanfaatkan kondisi dalam mencari keuntungan pribadi.

Kapolres Solok melalui Kasat Sabhara Polres Solok, Iptu Azwari Siregar, mengatakan, menugaskan anggotanya untuk memastikan SPBU di wilayah hukumnya dalam keadaan aman serta memastikan tidak adanya oknum yang memanfaatkan situasi.

“Salah satu SPBU yang dicek adalah di Lubuk Selasih. Ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan BBM lancar. Lalu agar minyak tidak tersebut tidak diisi oleh mobil-mobil yang mau menstok minyak untuk dijual lagi atau disalahgunakan untuk yang lainnya,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya menurunkan lima tim untuk turun ke lokasi SPBU, diantaranya SPBU Lubuk Selasih dan SPBU di kawasan Nagari Guguak. Nantinya, tim yang dibentuk akan turun ke seluruh SPBU yang ada di wilayah hukum Polres Solok. Mulai dari SPBU Kotobaru hingga SPBU Yang ada di kawasan Alahan Panjang.

Menurut Iptu Azwari Siregar, pengerahan tim kepolisian ke sejumlah SPBU sebagai bentuk pengawasan, sekaligus antisipasi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kerap langka akhir-akhir ini.

“Sesuai perintah pimpinan, tim fokus mencegah pengisian minyak jenis solar pada kendaraan modifikasi yang diduga melansir minyak untuk dijual kembali,” kataIptu Azwari.

Ia menegaskan, petugas akan menindak oknum SPBU ataupun masyarakat yang kedapatan bekerja sama untuk pengisian BBM di luar ketentuan. Praktik tersebut bisa memicu kelangkaan BBM.

“Petugas akan melakukan pemantauan langsung di SPBU di wilayah hukum Polres Solok, jika nanti ditemukan praktik isi ulang mobil modifikasi akan ditindak langsung,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau pengusaha SPBU untuk tidak melayani pengisian BBM melalui mobil modifikasi. Hal itu untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM jenis solar dan mengurangi antrian di SPBU.

“Hal ini juga berdampak pada kenaikan sejumlah harga bahan pokok, karena sejumlah truk yang membawa kebutuhan dasar menggunakan BBM jenis solar,” katanya.

 

Ganggu Distribusi Pangan

Sebelumnya diberitakan, kelangkaan BBM jenis solar yang terjadi dalam beberapa bulan terkhir dikhawatirkan mengganggu distribusi stok pangan selama Ramadan. Hal ini disebabkan kurangnya armada pengangkut stok pangan karena kesulitan BBM tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian,  Asben Hendri, mengungkapkan meski selama Ramadan stok pangan dijamin ketersediaannya, hanya saja yang menjadi permasalahan di lapangan adalah kelangkaan solar yang akan menyebabkan kendala dalam distribusi.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumbar, Ridonald, mengatakan, terkait ketersediaan stok pangan selama Ramadan memang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan. Namun ia sangat berharap dengan adanya kendala kelangkaan solar ini distibusinya tidak menjadi tersendat.

“Kalau untuk stok, kita tidak perlu khawatir.
Kemudian dari sisi harga juga produsen, pedagang, distributor tidak mematok harga yang tinggi karena ekonomi juga baru mulai pulih akibat pandemi. Karena kelangkaan solar ini kita berharap ke depannya distribusi pangan tidak tersendat,” katanya.

Ridonald menambahkan koordinasi antardaerah terkait kelangkaan harus terjaga. Terkait kendala transportasi dan solar, kendala utama komoditi yaitu pasokan, sebutnya melalui surat gubernur kuota migas di Sumbar akan ditambah.

“Disamping itu, para produsen dan distibutor juga mengalami kendala akibat sulitnya mendapat solar. Kita upaya memasok kebutuhan pokok tadi, cabai, bawang merah, dan lain sebagainya bisa berjalan dengan
baik, walaupun mengalami kesulitan. Dari daerah dilaporkan barangnya cepat habis akibat tidak masuknya distributor maupun produsen,” tuturnya. (red)