PESSEL, ONTIME.ID—Puluhan rumah warga di tepi Batang Tarusan, Nagari Batu Hampa Selatan, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terancam ambruk dan terbawa arus sungai. Pasalnya, kondisi bantaran sungai Batang Tarusan saat ini sangat mengkhawatirkan.
Hal tersebut membuat masyarakat mulai resah dan takut serta khawatir akan terbawa arus sungai, terutama ketika terjadi musibah banjir. Wali Nagari Batu Hampar Selatan, Andi Hasan, mengatakan, kondisi bibir sungai yang rusak itu akibat hantaman air sungai yang deras dan membuat air sungai meluap serta merambat ke daerah pemukiman penduduk setempat.
Menurut Andi, beberapa tahun lalu telah dilakukan normalisasi alur sungai dengan pemindahan aliran sungai ke daerah yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk. Hal tersebut nampaknya tidak berlangsung lama. “Bahkan saat ini tanggul beronjong yang dibangun juga bobol. Sehingga alur sungai kembali ke lokasi yang lama dengan kondisi semakin kritis,” ucapnya kepada ONTIME.ID, Minggu (22/1).
Dengan sering berpindah- pindahnya alur sungai tersebut, masyakat kini mulai ketakutan dan merasa khawatir akan ancaman banjir. Selama ini, banjir sudah banyak menelan korban harta benda. Setidaknya, 12 unit rumah masyarakat di Kampung Koto terban masuk ke dalam Batang Tarusan, yang dikenal cukup deras tersebut.
“Kerusakan Batang Tarusan ini sudah disampaikan kepada pemerintah. Kami minta agar tanggul sungai yang rusak tersebut dapat diperbaiki. Masyarakat juga berharap agar tebing sungai yang ambruk tersebut supaya dibangun pengamanan bibir sungai, agar kerusakan sungai yang lebih parah dapat teratasi,” kata Andi.
Sungai Batang Tarusan yang dikenal rawan banjir tersebut, terutama ketika tingginya curah hujan, merupakan salah satu kendala serius yang dihadapi masyarakat. Mereka berharap agar dapat menjadi perhatian pemerintah.
“Keresahan masyarakat akan ancaman banjir cukup beralasan. Apalagi mayoritas masyarakat miskin dan tidak memiliki lahan untuk membangun rumah baru,” tuturnya.
Salah seorang warga Kampung Koto, Nagari Batu Hampa Selatan, Budi (41) mengatakan, masyarakat sangat mengharapkan alur sungai yang bobol itu dapat dibangun kembali. Bila kendala ini ni tidak segera diatasi, kerusakan yang lebih parah bakal terjadi serta membuat ekonomi masyarakat yang mayoritas hidup sebagai petani akan semakin terpuruk. (*/red)













