Kesehatan

RS Medina Bakal Jalin Kerja Sama dengan Kyowakai Medical Corporation

720
×

RS Medina Bakal Jalin Kerja Sama dengan Kyowakai Medical Corporation

Sebarkan artikel ini
medina
Owner Kyowaikai Medical Corporation Jepang, Kenzo Kiso foto bersama dengan Komisaris Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) PT. Marzuba Sejahtera Indonesia dan manajemen RS. Medina, Selasa (31/5).

BUKITTINGGI,  ONTIME.ID – Rumah Sakit (RS) Medina Bukittinggi menerima kunjungan Owner Kyowaikai Medical Corporation Jepang, Kenzo Kiso. Kedatangan rombongan dari Jepang tersebut didampinggi Komisaris Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) PT. Marzuba Sejahtera Indonesia dan manajemen RS. Medina, Selasa (31/5).

 

Direktur RS. Medina, dr. Azwir Dahlan, SpPd. M. Kes mengatakan, Owner, Kyowaikai Medical Corporation Jepang, Kenzo Kiso yang didampingi manajemen LPK Marzuba Sejahtera Indonesia berkunjung ke RS Medina bertujuan untuk menjajaki kerja sama penyelenggaraan diklat perawat medis untuk rumah sakit  dan perawat lanjut usia di Jepang.

 

“Kenzo Kiso ingin melihat dari dekat kesiapan RS Medina dalam penyelenggaraan Diklat tersebut. Rencananya gedung lama rumah sakit RS. Medina akan dijadikan tempat Diklat,” katanya.

 

Sementara itu, tim manajemen RS. Medina, Dino Herman Safar mengatakan tahap awal ini pihak rumah sakit akan menerima 50 orang peserta dengan dua kelas. Lama Diklat sekitar 6 bulan, peserta akan mendapat latihan secara teori maupun praktek di RS. Medina.

 

“Setelah lulus Diklat peserta akan diproses oleh LPK PT. Marzuba  untuk persiapan bekerja di rumah sakit maupun jadi perawat Lansia di Jepang dengan gaji yang sangat besar,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, Kyowaikai Medical Corporation Jepang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan. Saat ini perusahaan tersebut memiliki 6 rumah sakit yang tersebar di negara Jepang.

 

Komisaris LPK. PT. Marzuba Sejahtera Indonesia, Desak Gde Mayang Sari mengatakan, Kyowaikai Medical Corporation Jepang akan memberikan beasiswa kepada anak anak di Sumbar untuk dapat bekerja di Jepang sebagai tenaga kesehatan.

 

“Tawaran kerja ini berbeda dengan program magang lainnya. Perbedaannya pada Visa. Tenaga kerja dari Indonesia bisa lebih lama di Jepang dengan waktu tidak terbatas,” tuturnya usai mendampingi tamu dari Jepang.

Ia berharap, peserta yang mengikuti diklat di RS. Medina tahun depan bisa diberangkatkan ke Jepang.(*/red).