PADANG, ONTIME.ID—Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang menggelar Workshop Nasional Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Hotel Mercure pada Sabtu dan Minggu (19-20/8).
Dalam sambutannya Dirut RSUP M. Djamil, Dovy Djanas mengatakan, rumah sakit harus melakukan audit klinis atau audit mutu profesi. Termasuk audit terhadap performa untuk meyakinkan apa yang seharusnya dikerjakan, dan apabila tidak lakukan maka diperlukan perbaikan. “Audit klinis ini berkaitan dengan upaya peningkatan mutu dan standardisasi yang bertujuan agar tercapainya pelayanan medis yang prima di rumah sakit,” ujarnya.
Ia mengatakan di dalam workshop ini dibahas implementasi audit klinis sesuai starkes dan transformasi kesehatan. Hal ini terkait dengan budaya kerja yang menunjang mutu layanan rumah sakit.
Untuk itu, diharapkan peserta workshop mengerti dan memahami hal tersebut serta memahami persepsi. Kemudian, mengimplementasikan segala hal yang sudah didiskusikan bersama.
“Kami yakin dengan kerja keras dan komitmen bersama, upaya mewujudkan transformasi kesehatan dalam rangka peningkatan mutu dan layanan rumah sakit dapat bersama-sama kita wujudkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, dr. Lila Yanwar mengatakan, Sumbar telah menyikapi transformasi layanan primer. Sumbar telah membentuk hampir 70 pustu prima, dan hampir setiap kabupaten/kota saat ini telah menyiapkan skrining. Selain itu, juga ada 802 posyandu terintegrasi.
Untuk rujukan, kata Lila, Sumbar memiliki 11 rumah sakit yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai rumah sakit rujukan pelayanan kanker, jantung, stroke, dan urologi (KJSU) di bawah bimbingan RSUP M. Djamil. “Kami mengucapkan terima kasih kepada RSUP M. Djamil yang telah memperhatikan rumah sakit yang ada di Sumbar,” ujarnya.
Ia menyampaikan, untuk sistem pertahanan pihaknya sudah membentuk emergency medical team. Sementara untuk pembiayaan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC) tahun depan harus 98 persen, karena sekarang baru 92 persen dan baru 11 dari 19 kabupaten/kota yang sudah mencapai UHC.
“Kami juga telah mengirim 93 orang untuk sekolah guna memenuhi sumber daya manusia (SDM) rumah sakit. Bahkan telah mengadakan pertemuan dengan BKD dan Bappeda kabupaten/kota agar mengizinkan pegawainya untuk melanjutkan pendidikan. Syukur-syukur juga tersedia beasiswa dari Kemenkes. Ini tentunya membantu para dokter umum dan dokter spesialis yang ingin melanjutkan pendidikannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite Nakes Lainnya RSUP M. Djamil yang juga Ketua Pelaksana Workshop Nasional, Henny Fitri Yanti mengatakan, workshop nasional ini berkaitan dengan budaya kerja dalam menunjang mutu layanan di rumah sakit.
Ia mengatakan workshop nasional ini diikuti profesi dokter, perawat, bidan, dan 13 profesi tenaga kesehatan lainnya. “Ada 31 rumah sakit pemerintah dan swasta di Sumbar serta 19 rumah sakit pemerintah dan swasta di luar Sumbar. Totalnya 50 rumah sakit pemerintah dan swasta dari 15 provinsi,” katanya.
Ia mengatakan, selain workshop juga akan ada city tour dengan mengunjungi Museum Adityawarman, Masjid Raya Sumbar, Pantai Air Manis, dan Pantai Padang “Ini sebagai bentuk mengenalkan dan mempromosikan wisata Kota Padang kepada peserta tentunya,” ucapnya. (vand)













