PADANG, ONtime.ID — Rutan Kelas IIB Padang menggelar acara buka puasa bersama puluhan jurnalis pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antara pihak rumah tahanan dengan insan pers sekaligus memperkuat koordinasi dalam menyampaikan informasi terkait pembinaan warga binaan.
Kepala Rutan, Mai Yuliansyah, dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan jajaran pejabat yang bertugas di lingkungan rutan. Di antaranya Kepala Tata Usaha Arif, Kepala Pengamanan M. Aidil Syaputra, serta Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Yantah) Aldo. Selain itu turut diperkenalkan sejumlah staf lain seperti Vriska dan Danil.
Mai Yuliansyah memaparkan kondisi terbaru rutan yang saat ini dihuni 970 warga binaan, terdiri dari 557 tahanan dan 413 narapidana. Dari jumlah tersebut, terdapat 8 warga binaan anak di bawah usia 18 tahun serta 55 tahanan kasus tindak pidana korupsi.
Ia mengakui jumlah penghuni tersebut telah melebihi kapasitas ideal. Rutan Kelas IIB Padang sejatinya hanya dirancang untuk menampung sekitar 620 orang, namun saat ini jumlah penghuni jauh melampaui angka tersebut.
Untuk mengelola keamanan dan operasional, rutan didukung 90 personel yang dibagi dalam empat regu penjagaan.
[irp posts=”34676″ ]
“Kami terus berupaya menjaga keamanan dan pelayanan tetap berjalan optimal meskipun kondisi hunian saat ini sudah melebihi kapasitas,” kata Mai Yuliansyah.
Persiapan Kunjungan Lebaran
Menjelang Idul Fitri, pihak rutan juga menyiapkan mekanisme kunjungan bagi keluarga warga binaan. Setiap warga binaan nantinya diperbolehkan menerima 4 hingga 5 orang pengunjung dengan durasi kunjungan sekitar 30 menit. Pengunjung juga diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan selama berada di area rutan.
Sementara itu, Kasubsi Yantah Aldo mengungkapkan salah satu kendala yang kerap muncul saat masa kunjungan Lebaran adalah keterbatasan lahan parkir di sekitar rutan.
“Keterbatasan parkir menjadi salah satu tantangan. Karena itu durasi kunjungan dibatasi agar tetap tertib dan semua keluarga bisa mendapatkan kesempatan bertemu,” ujarnya.
Selain aspek keamanan, pembinaan spiritual juga menjadi perhatian utama selama bulan Ramadan. Saat ini tercatat 48 warga binaan mengikuti program santri Ramadan, sementara seluruh warga binaan Muslim rutin mengikuti pengajian malam dan penyuluhan keagamaan.
[irp posts=”34673″ ]
Untuk warga binaan non-Muslim, rutan juga menyediakan kegiatan pembinaan rohani khusus yang diikuti oleh 38 orang.
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antara pihak rutan dan media, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan pembinaan serta kesejahteraan warga binaan tetap menjadi perhatian utama di tengah berbagai keterbatasan fasilitas. (*)













