PADANG, ONTIME.ID—Pariwisata dan kuliner adalah dua entitas yang tak dapat dipisahkan. Keduanya saling melengkapi, saling memberi warna. Istilah “wisata kuliner” ada bukan sebab. Faktanya, sebagian besar uang wisatawan justru dihabiskan untuk makan. Untuk membeli oleh-oleh. Menyesap kuliner setempat.
Sumatra Barat adalah negeri yang kaya. Kaya akan keindahan alam. Kaya akan tradisi dan budaya. Dan tentu saja, kaya akan kekhasan kulinernya. Randang, dendeng balado, lamang, nasi kapau, teh talua, kopi kawa. Sebut saja. Makanan dan minuman yang menggugah selera, memunculkan air liur, yang kelezatannya tak hanya dikenal di seantero Indonesia, tapi juga dunia. Rendang yang terkenal itu bahkan dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh CNN pada 2017 lalu.
Di samping itu, berdasarkan hasil survei Dinas Pariwisata (Dispar) Sumbar dan Universitas Indonesia (UI) tentang alasan utama wisatawan berkunjung ke Sumbar, kuliner menempati peringkat ketiga setelah budaya dan keindahan alam.
Jadi, bukankah sudah sepatutnya kuliner menjadi ujung tombak promosi pariwisata Sumbar? Menggaet wisatwan dengan aroma kuliner yang menggugah?
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Sumbar, Derliati, itu tepatnya yang tengah dilakukan pihaknya. Ia menyebut, usaha-usaha di bidang ekonomi kreatif, terutama sektor kuliner, dapat dijadikan sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung.
“Budaya dan kuliner merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang pengembangannya dikaitkan dengan kearifan lokal daerah. Ekonomi kreatif, termasuk kuliner, dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata buatan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh negara-negara lainnya di dunia,” katanya kepada ONTIME.ID, Jumat (10/6).
Kuliner di Sumbar, ucapnya, mempunyai peran penting dalam perkembangan industri pariwisata. Sebab, sebagian besar pengeluaran wisatawan dihabiskan untuk sektor kuliner.
Menurutnya, wisata kuliner terasa menyenangkan karena wisatwan tidak hanya mencoba makanan baru, tetapi juga menambah ilmu tentang tradisi di daerah kuliner tersebut berasal. Itulah mengapa kuliner jadi salah satu bagian penting ketika berlibur.











