Selain itu, pelaku UMKM kuliner juga harus memerhatikan estetika dan keindahan makanan yang dibuat. Banyak pedagang kuliner yang tidak mempunyai tempat untuk menjual dagangannya dengan kondisi yang agak layak. Kebanyakan hanya kedai-kedai kecil. Sehingga orang ragu, apakah higienis atau tidak.
“Padahal kalau diuji, makanannya enak, karena masakan kampung. Tapi karena tidak memerhatikan keindahan dan tampilan, orang jadi berpikir ulang,” ucapnya.
Pemerintah melalui dinas terkait harus membuat regulasi. Sehingga menjual makanan di destinasi wisata memiliki standar. Atau dirikan food court/food center, sehingga beragam dan banyak pilihan.
Ia menambahkan, pemerintah melalui dinas terkait juga harus melakukan edukasi dengan mengedepankan solusi. Masyarakat jangan dimarahi atau dimaki-maki, tapi diedukasi. Bagaimana solusinya, dan jangan asal pindahkan juga. Bagaimana nanti tampilan kuliner bagus dan mewah.
“Mereka butuh bimbingan. Kalau ditata, akan meningkatkan pendapatan mereka. Nilai jual juga lebih tinggi,” katanya. (*/red)











