Kab. MentawaiPeristiwa

Seorang Nelayan 14 Jam Terkatung-katung di Lautan

254
×

Seorang Nelayan 14 Jam Terkatung-katung di Lautan

Sebarkan artikel ini
nelayan
Petugas gabungan saat menyelamatkan seorang nelayan yang terjebak di tengah laut akibat kerusakan mesin, Selasa (22/3).

MENTAWAI, ONTIME.ID — Tim SAR Mentawai berhasil menyelamatkan seorang nelayan yang terkatung-katung di Perairan Selat Bungan akibat mengalami kerusakan mesin.

 

Kepala Kantor SAR Mentawai Akmal menyebutkan bahwa kejadian tersebut pertama kali dilaporan oleh Anak Buah Kapal (ABK) kapal KM Nade atas nama Andri yang sedang berlayar dari Tuapejat menuju Siberut.

 

“Kita menerima informasi awal dari ABK kapal Nade  pada pukul 09;58 WIB, bahwa ada kecelakaan kapal mati mesin di perairan Selat Bunga Laut, begitu mendapatkan informasi kita langsung melakukan persiapan operasi dan bergerak cepat,” ungkap Akmal, Selasa (22/03).

 

Ia memperkirakan pada pukul 10:10 WIB Tim Sar Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Mentawai, TNI – Polri, BPBD Mentawai bergerak dari dermaga Tuapejat. Diperkirakan butuh waktu 30 menit untuk menuju lokasi kejadian.

 

Akmal menambahkan, sesampai di titik koordinat yang dilaporkan petugas mulai melakukan pencarian. Sekitar pukul 11:31 WIB petugas berhasil menemukan seorang nelayan asal Tuapejat yang diketahui bernama Nur Muhammad (53) di koordinat : 1° 52`6.15″ S – 99°29’0.50″ E.

 

Kepada petugas, sambung Akmal, nelayan tersebut telah terombang ambing di atas perahu kayu berukuran 6 meter dengan mesin long tail sejak Senin malam, akibat mesin kapal yang mati.

Diperkirakan nelayan tersebut terkatung-katung di lautan selama kurang lebih 14 jam sejak di Selat Bunga Laut antara Pulau Siberut dengan Pulau Sipora.

 

“Saat ini survivor sudah dievakuasi ke dermaga Tuapejat dengan selamat dan diserahkan kepada pihak keluarga dan operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal mati mesin dinyatakan ditutup dan seluruh personil yang terlibat kembali ke kesatuan masing masing,” ujarnya. (Red)