Pendidikan

Siswa SDN 26 Talamau Masih Belajar di Tenda

587
×

Siswa SDN 26 Talamau Masih Belajar di Tenda

Sebarkan artikel ini
siswa
Terlihat siswa belajar di luar ruangan semenjak gempa hingga sekarang belum ada perubahan.

PASBAR, ONTIME.ID— Tahun berlalu, namun pilu lindu yang mengguncang Pasaman Barat Februari 2022 lalu masih terasa.

Bagaimana tidak, Siswa Sekolah Dasar Negeri 26 Kabupaten Pasaman Barat, Talamau, masih belajar di halaman sekolah itu dengan beratapkan langit, beralaskan tanah.

Pada proses penanganan gempa tahun lalu itu, pemerintah mendirikan tenda darurat untuk tempat pembelajaran sementara. Naasnya, tenda darurat itu ini juga sudah tiada. Tenda itu rusak akibat diterjang angin kencang. Kini siswa SD N 26 belajar di bekas kelas yang masih rusak dengan dinding yang menganga.

“Usai gempa saat itu anak-anak belajar di tenda darurat. Namun tenda itu telah rusak diterpa angin sehingga anak-anak sampai saat ini belajar di halaman sekolah khususnya kelas dua. Sedangkan siswa kelas lain ada yang belajar di lokal darurat,” ujar salah satu guru SDN 26 Yessi Gusmaini.

Menurutnya para siswa kelas dua terpaksa belajar di luar ruangan hanya pakai meja dan kursi tanpa atap dan dinding. “Kalau hari panas terpaksa ditahan dan kalau tidak tahan pindah ke tempat yang berteduh di bawah pohon. Jika hujan gerimis juga ditahan namun jika meja dan kursi basah maka terpaksa belajar dihentikan,”katanya.

Ia merasa amat prihatin dengan kondisi proses belajar anak kelas dua sebanyak 14 orang. Apalagi saat ini siswa sedang menjalani ujian. “Tentu kami berharap bangunan sekolah kami segera diperbaiki dan dibangun kembali,” harapnya.

Apalagi dua ruangan kelas sekolah itu hangus terbakar pada Minggu (5/3) lalu. Selain itu Menyikapi persoalan itu Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Agusli mengatakan sangat prihatin melihat kondisi siswa yang sekolahnya terdampak gempa. “Khusus untuk SDN 26 Talamau untuk tahun ini akan dibangun tiga lokal belajar menggunakan Dana Alokasi Umum. Mudah-mudahan segera dilakukan,” ujarnya.

Pihaknya sebelumnya juga telah membangun lokal darurat untuk menampung proses belajar mengajar di sekolah itu. Untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak belajar di luar sekolah maka pihaknya akan menekankan ke pihak sekolah agar dibuat sistem dua shift atau masuk bergantian.

“Jumlah siswa di SDN 26 ada 134 orang tentu pengaturan belajarnya nanti kembali akan diatur agar anak-anak tidak belajar di luar ruangan lagi,” katanya..

Ia menyebutkan pihaknya pada 2022 telah mengusulkan pembangunan 15 sekolah yang rusak karena gempa. “Pembangunan sekolah yang rusak sebenarnya telah dimulai sejak 2022 namun belum selesai. Selain itu juga 10 lokal darurat telah dibangun. Kami berharap Kemendikbud dapat segera menyediakan anggaran pembangunan lokal yang rusak karena gempa,” harapnya. (*/agus)