PARIWARA

Sumatera Barat Usia 78 Tahun, Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Stakeholder Majukan Daerah

558
×

Sumatera Barat Usia 78 Tahun, Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Stakeholder Majukan Daerah

Sebarkan artikel ini
Sumatera
Pemotongan kue peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 oleh Gubernur, Mahyeldi dan Ketua DPRD Sumbar, Supardi

PADANG, ONtime. ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumbar menggelar rapat paripurna Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78, di ruang sidang utama kantor DPRD Sumbar, Minggu (1/10).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi didampingi Wakil Ketua, Irsyad Syafar, Suwirpen Suib, Sekretaris DPRD Sumbar Raflis dan dihadiri seluruh anggota DPRD Sumbar.

Sementara dari pihak Pemprov Sumbar dihadiri Gubernur Mahyeldi Ansharullah, dan Wakil Gubernur, Audy Joinaldy. Rapat paripurna yang digelar DPRD Sumbar menghadirkan narasumber dari Dosen Universitas Indonesia (UI) yang juga mantan Dirjen Otda Kemendagri, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan.

Selain itu, tampak hadir Anggota DPD RI, Leonardy Harmainy, Emma Yohanna, Muslim M Yatim, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni dan para tokoh Sumatera Barat lainnya.

Rapat paripurna peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 yang digelar oleh DPRD Sumbar

Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 tahun 2023  mengusung tema “Sumbar Terus Maju Menuju Sejahtera”. Tema yang diangkat diharapkan bisa dapat memotivasi semua stakeholder, supaya bekerja dan mengabdi lebih baik lagi untuk kemajuan pembangunan daerah.

Ketua DPRD Sumbar Supardi saat membuka jalannya rapat paripurna mengatakan, 1 Oktober 1945 merupakan Hari Jadi Provinsi Sumbar sebagai kesatuan masyarakat dan daerah dalam kerangka NKRI.

Penetapan 1 Oktober 1945 tentu tidak mengurangi makna dan eksistensi daerah Sumatera Barat yang telah ada jauh sebelum penetapan Hari Jadi tersebut.

Ia menuturkan, sejarah perjalanan panjang Provinsi Sumatera Barat baik sebelum maupun setelah ditetapkan Hari Jadi Sumatera Barat pada tanggal 1 Oktober 1945 telah membawa daerah pada kondisi yang pasang surut.

Banyak kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam peradaban kehidupan masyarakat Sumatera Barat, namun masih banyak juga kekurangan yang perlu dibenahi bersama.

Sehubungan hal tersebut, ia mengingatkan kembali apa yang disampaikan tokoh-tokoh nasional yang pernah hadir saat peringatan hari jadi Sumbar tahun-tahun sebelumnya, diantaranya, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Buya Syafii Maarif dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri pada Hari Jadi Sumatera Barat ke-76 menyebutkan, dua faktor utama yang potensial untuk memajukan Sumbar yaitu, sektor pertanian dan perikanan. Agro dan maritim adalah keunggulan masyarakat untuk menjadikan Sumatera Barat madani.

Dari catatan yang dan disampaikan, 22,4 persen ekonomi Sumatera Barat berasal dari sektor pertanian. Namun industri pengolahannya masih rendah, baru 8,6 persen. Sektor pengolahan ini bisa menjadi peluang.

Kemudian terdapat 11  sektor kelautan yang bisa dikembangkan di Sumatera Barat.  Dalam hal ini, Sumbar dinilai perlu fokus pada empat sektor utama yakninya, perikanan budidaya, perikanan tangkap, pengolahan dan pemasaran produk kelautan perikanan, serta bio teknologi kelautan. Salah satu sektor perikanan budidaya yang menjanjikan di Sumbar menurut Rokhmin adalah budidaya udang vaname.

Di Sumbar ada 54 ribu hektar potensi budidaya udang vaname, yang mana jika dikembangkan potensi pemasukan dari bidang ini dinilai akan sangat besar, belum lagi tenaga kerja yang terserap.

Sementara itu, Jusuf Kalla saat menghadiri peringatan hari jadi Sumatera Barat ke-77 menyampaikan, Sumbar itu bisa maju karena SDMnya. Dengan kata lain orang Minangkabau adalah orang yang mengandalkan otak, bukanlah otot. Itulah orang minang, selalu berfikir.

Dikatakannya, kemajuan Sumatera Barat dimulai dari pendidikan. Hal ini sudah terlihat sebelum Indonesia merdeka, dimana orang minang sudah banyak yang sarjana, bahkan lebih. Soal penguasaan perdagangan pun begitu, kemudian agama juga maju.

Penandatangan kerja sama antara DPRD Sumbar dengan Perpusnas

“Semua hal di atas dapat menjadi arah dan gambaran bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi mencapai Sumbar terus maju menuju sejahtera. Kami berharap peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 bisa kita jadikan momentum untuk bangkit mengejar ketertinggalan-ketertinggalan yang kita alami,” ucap Supardi.

Ia menambahkan, semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Jadi Sumatera Barat hendaknya bisa menjadi sumber motivasi dan inovasi untuk semua pihak terkait dalam membangun daerah dan masyarakat Sumatera Barat.

Sehubungan dengan rapat paripurna peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78, saat kegiatan itu juga diluncurkan 5 inovasi baru DPRD Sumbar diantaranya, Podcast Asik DPRD Sumbar, Buntal Asik, Agenda Asik, dan penandatanganan kerja sama antara DPRD Sumbar dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Supardi mengatakan, inovasi baru ini merupakan upaya meningkatkan pelayanan kesekretariatan DPRD Sumbar. Hal ini untuk mewujudkan DPRD Sumbar yang tidak saja hanya menyiapkan legislasi bagi masyarakat, namun juga sebagai sarana mewujudkan edukasi literasi kepada semua orang. Sehingga DPRD Sumbar dapat ikut serta memberikan dukungan dan dorongan untuk melahirkan orang-orang cerdas. (vand)