SUMBAR

Sumbar dan Jabar Fokus Pengembangan Pariwisata dan UMKM

446
×

Sumbar dan Jabar Fokus Pengembangan Pariwisata dan UMKM

Sebarkan artikel ini
umkm
PERESMIAN kerja sama Sumbar dan Jabar yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh gubernur dari kedua provinsi, Mahyeldi Ansharullah dan Ridwan Kamil di Auditorium Gubernuran, Minggu (7/8) malam.

 PADANG, ONTIME.ID — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menjalin kerja sama dalam rangka memperkuat potensi pembangunan dan keunggulan di masing-masing daerah.

Kerja sama itu mencakup tiga aspek, yakni pengembangan potensi daerah dan pendekatan pelayanan publik, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan koperasi dan usaha kecil.

Peresmian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh gubernur dari kedua provinsi, Mahyeldi Ansharullah dan Ridwan Kamil di Auditorium Gubernuran, Minggu (7/8) malam.

Gubernur Sumbar Mahyeldi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kesepakatan yang terjalin antar Pemprov Sumbar dan Pemprov Jabar. Pasalnya antar kedua provinsi tersebut sama-sama memiliki kemiripan karakteristik wilayah seperti kemiripan topografi, potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya.

“Ketika semua potensi tersebut dikerjasamakan, maka akan bisa menjadi faktor pendorong percepatan pembangunan antar dua daerah. Apalagi dalam pemenuhan kuota ekspor, seperti komoditi kopi dan rempah. Jika produksi Sumbar dan Jabar disatukan, itu akan menjadi kekuatan yang luar biasa, sehingga akan bisa memenuhi pasar internasional, seperti pasar Asia, Eropa, dan seterusnya,” kata Mahyeldi.

Ditambah lagi, banyak para perantau Minang yang tinggal di Jabar, dan mereka sudah melebur ke dalam masyarakat yang ada di Jabar. Mahyeldi menyebut, masyarakat Minang mempunyai falsafah, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

“Jadi, memang masyarakat Minangkabau ini sangat mudah bersosialisasi dengan banyak pihak. Orang Minangkabau pandai menyesuaikan diri, tidak pernah menonjolkan kampung halaman dan tidak akan pernah membuat perkampungan Minangkabau di perantauan. Mereka akan menjadi orang yang sama atau menjadi bagian dari masyarakat di mana tempat mereka berada,” ujarnya.

Ia juga menyebut, saat ini Sumbar sedang fokus menargetkan 100 ribu entrepreneur milenial dan woman entrepreneur. Oleh sebab itu, ia berharap dengan adanya Nota Kesepahaman ini, inovasi dan kreativitas di Jabar dapat menjadi percontohan oleh pelaku UMKM di Sumbar.

“Kami melihat Bandung dengan masyarakatnya yang proaktif, sehingga banyaknya inovasi dan kreativitas lahir di Jabar. Kami berharap Nota Kesepahaman ini akan bisa mengalirkan kreativitas yang ada di Jabar tersebut ke Sumbar, yang tentunya akan meningkatkan penjualan dan pemasaran dari UMKM kita,” katanya.

Menyetujui hal tersebut, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, kunci dari kerja sama adalah informasi. Ia berharap kedua provinsi ini saling memberikan informasi apa yang dibutuhkan dari sektor pariwisata dan UMKM yang bisa dikembangkan di masing-masing provinsi.

“Kita harus berdagang sesama kita. Contoh Srilanka bangkrut karena terlalu banyak impor dengan negara luar. Padahal banyak potensi UMKM yang mana kita bisa saling tukar pengetahuan. Saya tidak tahu apa yang dibutuhkan Sumbar padahal kami punya, atau sebaliknya mungkin Sumbar tidak hafal apa yang Jabar butuhkan. Minimal di dua sektor pariwisata dan UMKM ini tolong saling informasi,” ujar Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil ini.