TANAH DATAR, ONTIME.ID—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Datar mencatat, Kabupaten Tanah Datar masih menghasilkan sekitar 130 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, 90 ton di antaranya merupakan sampah organik.
Tenaga fungsional DLH Tanah Datar, Dewi Astuti menyebutkan, pihaknya belum bisa mengontrol secara rinci terkait jumlah sampah tersebut, meski ia selalu mengimbau masyarakat agar meminimilasir penggunaan alat yang bisa menambah tumpuk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Lebih jauh Dewi menyampaikan bahwa pihaknya terus mengimbau masyarakat agar membuang sampah sesuai jam yang telah disepakati, sehingga tidak memunculkan persoalan baru, seperti munculnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang dapat merusak lingkungan sekitar tempat tinggal masyarakat.
“Kami sudah mengimbau supaya tidak memunculkan TPS liar. Masyarakat itu agar membuang sampahnya pada jam yang telah disepakati, agar kondisi minimnya petugas dan sarana serta anggaran tidak melahirkan persolan baru, yaitu TPS liar itu,” katanya.
Tak hanya itu, Dewi pun mendorong masyarakat agar mengolah sampahnya secara mandiri, sehingga bisa mendatangkan nilai ekonomi dengan bentuk produk UMKM bagi mereka. (vand)













