PADANG, ONtime.ID – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Padang Edy Oktafiandi bersama stafnya bersama tim menggelar razia sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan madrasah serta menjaga siswa dari potensi tindakan kekerasan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Padang Kamis (15/8).
Razia didampingi Kepala MTsN 5 Padang Noprizal dan unsur pimpinan madrasah yang berlokasi di Kuranji tersebut. Razia dimulai sejak pukul 06.30 WIB dan melibatkan seluruh siswa serta tenaga pendidik di MTsN 5 Kota Padang.
Kakankemenag dan tim memeriksa tas siswa satu per satu untuk memastikan tidak ada senjata tajam atau barang berbahaya lainnya yang disimpan di lingkungan madrasah. Kakankemenag mengemukakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
“Kami ingin memastikan bahwa madrasah adalah tempat yang aman bagi seluruh siswa. Oleh karena itu, kami melakukan razia ini untuk mencegah potensi kekerasan dan memastikan bahwa tidak ada senjata tajam dan benda lainnya yang dapat membahayakan siswa dan guru,” ujar Edy.
Dia menjelaskan, razia ini dilakukan karena maraknya tawuran di kalangan siswa di Kota Padang, ditambah laporan dan kekhawatiran dari orang tua siswa terkait dugaan adanya siswa yang membawa senjata tajam ke madrasah.
“Alhamdulillah, tidak ditemukan barang – barang seperti cutter dan gunting di dalam tas siswa,” kata Edy.
Kepala MTsN 5 Padang Noprizal menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap agar kegiatan serupa dapat rutin dilakukan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Kakankemenag dan tim yang telah melakukan razia ini. Kami juga berharap agar siswa semakin menyadari pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di madrasah,” ungkapnya.
Pihak madrasah juga akan memberikan pembinaan kepada siswa yang kedapatan nantinya membawa barang berbahaya agar mereka memahami risiko dan dampak negatif dari tindakan tersebut. Siswa diharapkan dapat lebih waspada dan menghindari membawa barang-barang yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain ke madrasah. (vand)













