PADANG, ONTIME.ID – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), Endang Kurnia Saputra, menyebutkan ada beberapa langkah strategis yang telah dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumbar sehingga berhasil menekan angka inflasi di Sumbar pada April 2023.
Dikatakannya, TPID berhasil mengendalikan harga, memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi serta komunikasi efektif dalam menjaga ekspektasi masyarakat.
Ia menjelaskan, beberapa upaya pengendalian inflasi daerah yang telah dilakukan pada April 2023 itu diantaranya, pertama, dengan menyelenggarakan operasi pasar maupun pasar murah di berbagai titik bekerja sama dengan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan Bulog.
“Kedua, melakukan pemantauan harga dan pasokan oleh satgas pangan serta pemerintah daerah di beberapa pasar kabupaten dan kota. Ketiga, komunikasi efektif melalui sosialisasi terkait belanja bijak maupun diversifikasi konsumsi serta produk olahan di berbagai kanal media.” katanya dalam keterangan pers yang diterima ONTIME.ID Selasa (⅖) di Padang.
Keempat, optimalisasi peran Bulog sebagai hub logistik pangan dan TTIC dalam upaya distribusi komoditas pangan; serta dan kelima penyelenggaraan sidak pasar secara intensif.
Ia mengatakan, TPID Provinsi dan kabupaten dan kota berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi agar inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat terkendali dalam sasarannya. Sinergi terus dilanjutkan dengan memperkuat implementasi program GNPIP Sumatera Barat tahun 2023.
“Berbagai upaya menjaga inflasi terkendali dalam sasaran tersebut pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Sumbar Madani Unggul dan Berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, IHK umum Sumatera Barat tercatat deflasi sebesar 0,03 persen (mtm), sedikit meningkat dibandingkan realisasi Maret 2023 yang mengalami deflasi sebesar 0,09 persen (mtm).
Sementara secara tahunan, pada April 2023 masih tercatat inflasi sebesar 5,24 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan realisasi Maret 2023 yang sebesar 5,97 persen (yoy).
Deflasi gabungan dua kota di Sumatera Barat pada April 2023 didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang deflasi sebesar 0,58 persen (mtm) dengan andil 0,18 persen (mtm).
Deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau bersumber dari penurunan harga komoditas cabai merah, beras, bawang merah, ikan gembolo/ikan aso-aso, dan mangga dengan andil masing-masing sebesar 0,24 persen, 0,04 persen, 0,02 persen, 0,02 persen, 0,01 persen.
Penurunan harga komoditas pangan strategis seperti cabai merah, beras, dan bawang merah secara umum didukung oleh meningkatnya pasokan seiring dengan masih berlangsungnya periode panen raya pada beberapa daerah sentra produksi termasuk di Sumatera Barat. (vand)













