SUMBAR

Visit Beautiful West Sumatra 2023 Bebas Sampah

412
×

Visit Beautiful West Sumatra 2023 Bebas Sampah

Sebarkan artikel ini
visit
Wagub Sumbar Audy Joinaldy didampingi Kadis DLH Sumbar Siti Aisyah menyerahkan penghargaan penetapan sekolah adiwiyata Provinsi Sumbar, dan penghargaan kampung iklim serta penyerahan penghargaan Kalpataru, Selasa (15/11).

PADANG, ONTIME.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat (Sumbar) dengan pemerintah provinsi mencanangkan tahun kunjungan wisata Sumbar 2023 atau Visit Beautiful West Sumatra 2023 bebas sampah, guna menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah di objek wisata di Sumbar.

 

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan, bahwa permasalahan sampah yang terjadi di Sumbar disebabkan oleh tingkat layanan yang masih rendah, diantaranya layanan keterangkutan sampah di daerah terbatas dan persentase sampah yang terangkut masih kecil.

 

Masalah lainnya, katanya, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan partisipasi dalam masyarakat mengelola sampah masih rendah.

 

“Saya minta kesadaran masyarakat untuk hidup bersih sejak dini, supaya kedepannya Sumbar lebih bersih dan cantik. Kunci wisata bukan hanya infrastruktur saja, tetapi juga masalah layanan dan kebersihan,” ujarnya saat membuka Gerakan Sumbar Bersih 2022 Menuju Visit Beautiful West Sumatra 2023 Bebas Sampah, di Padang, Selasa (15/11).

 

Audy mengatakan sampah akan membawa dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan. Dimana keberadaan sampah akan mendatangkan banjir dan perubahan pola aliran air jika dibuang ke sungai-sungai dan selokan. Kemudian, mengundang faktor penyakit jika sampah tersebut jika dibiarkan terus-menerus di lahan yang terbuka, serta keberadaan microplastik pada muara sungai, seperti sungai Batang Arau, Kota Padang.

 

Untuk itu ia berharap melalui kegiatan ini pengelolaan sampah di hulu mutlak dibutuhkan untuk mengurangi sampah yang di buang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kemudian, perlu dibangun sistem pengelolaan sampah berbasis nagari dan masyarakat sebagai upaya untuk melakukan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

 

Tidak hanya itu, sambungnya, juga digalakkan pengelolaan sampah organik dengan bioteknologi seperti pupuk, maggot, pupuk cair dan lainnya. Selanjutnya, edukasi tidak boleh berhenti dan perbanyak kampanye lingkungan dan penggunaan media sosial serta melibatkan seluruh stakeholder.

 

Sebelumnya, Kadis DLH Sumbar Siti Aisyah mengatakan, fakta di lapangan pelayanan sampah di kabupaten/kota baru mencapai 47 persenan, dan pengurangan sampah di sumbernya baru 13 persen. Sedangkan ditargetkan pada tahun 2022 ini harus mencapai 74 persen untuk penanganan sampah dan 24 persen untuk pengurangan sampah di sumbernya.

 

“Dengan angka ini sehingga diperlukan percepatan, kita sadar bahwa tingkat kemampuan kabupaten kota karena pengelolaan sampah belum maksimal dan banyak pihak, sehingga diperlukan kesadaran semuanya dan harus ada terobosan yang dilakukan,” ujarnya.

 

Siti mengatakan, pihaknya sudah membuat konsep terobosan, meskipun demikian ia juga ingin mendengar semuanya terobosan dari berbagai kabupaten kota dengan harapan bisa dilakukan secara bersama.

 

“Konsep saya mulai dari hulu dan bahkan banyak daya jika TPA dikelola. Kemudian kita juga akan melibatkan seluruh stakeholder, penguatan lembaga masyarakat. Stakeholder ini juga karena selama ini terkait sampah DLH saja, tetapi sebenarnya semua terlibat. Kita juga ada media sosial, bagaimana kita memberikan motivasi dan penghargaan terhadap upaya yang inovatif,” ucapnya.

 

Dalam kegiatan Gerakan Sumbar Bersih 2022 Menuju Visit Beautiful West Sumatra 2023 Bebas Sampah ini juga dilakukan penyerahan penghargaan penetapan sekolah adiwiyata provinsi Sumbar, dan penghargaan kampung iklim serta penyerahan penghargaan Kalpataru. (*/red)