Padang

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dr. Ahmad Zahid Hamidi, “Pulang Kampung” ke Padang Sarai

456
×

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dr. Ahmad Zahid Hamidi, “Pulang Kampung” ke Padang Sarai

Sebarkan artikel ini
Malaysia
Wakil Perdana Menteri Malaysia merangkap Menteri Pembangunan Daerah dan Pedesaan, Dr. Ahmad Zahid Hamidi dan Wakil Ketua LPM Padang Sarai Aciak Iral Guci

Ahmad Saleh, SH (Ketua LPM Padang Sarai)

PADANG, ONtime.ID — Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, ketika Wakil Perdana Menteri Malaysia merangkap Menteri Pembangunan Daerah dan Pedesaan, Dr. Ahmad Zahid Hamidi, melakukan kunjungan ke daerah tersebut pada Kamis (10/7).

Kedatangan tokoh penting negeri jiran itu disambut hangat oleh masyarakat setempat. Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Dr. Zahid Hamidi disambut oleh Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Padang Sarai, Aciak Iral Guci, bersama tokoh masyarakat dan sejumlah pemuka adat Minangkabau.

Kunjungan ini terasa istimewa karena Dr. Zahid Hamidi sendiri menyebut lawatannya sebagai “pulang kampung.” Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa darah Minang yang mengalir dalam dirinya membuat Padang Sarai memiliki tempat khusus di hatinya.

“Ini bukan sekadar lawatan resmi, tetapi ini adalah pulang kampung. Saya kembali ke akar, kepada tanah yang telah membentuk sebahagian dari siapa saya hari ini. Kedatangan saya disambut seperti keluarga, dan saya sangat terharu,” ucap Dr. Zahid Hamidi.

Beliau juga menyoroti pentingnya hubungan sosial dan budaya antara masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat dan komunitas keturunan Minang di Malaysia. Menurutnya, sejarah dan nilai-nilai adat Minang yang kuat telah membentuk karakter dan kepemimpinan di kedua negara.

“Kami di Malaysia tidak pernah melupakan asal-usul kami. Banyak tokoh Malaysia berdarah Minang yang terus menjaga semangat merantau dan memajukan bangsa. Dan hari ini, saya datang untuk menguatkan kembali jalinan yang tak pernah putus itu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua LPM Padang Sarai, Aciak Iral Guci, menyatakan rasa bangga dan terhormat atas kedatangan Dr. Zahid Hamidi. Ia menyebut kunjungan ini sebagai momen bersejarah bagi masyarakat setempat.

“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah momen bersejarah. Warga Padang Sarai sangat bangga, karena yang datang adalah tokoh besar yang telah mencapai posisi penting di Malaysia,” tutur Aciak.

Ia juga menambahkan bahwa semangat kekerabatan lintas negara seperti ini patut dijaga dan dijadikan jembatan penguatan kerja sama antarwilayah, terutama dalam bidang pembangunan daerah dan pedesaan.

“Kami berharap ada tindak lanjut dari kunjungan ini. Mungkin melalui kerja sama antarlembaga, pertukaran pemuda, pelatihan, atau bahkan investasi pembangunan. Banyak hal yang bisa kita sinergikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua LPM Kelurahan Padang Sarai, Ahmad Saleh, S.H., yang seharusnya turut menyambut langsung kedatangan Wakil Perdana Menteri, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena tidak dapat hadir. Melalui pesan yang disampaikan kepada panitia penyambutan, ia mengungkapkan bahwa dirinya sedang dalam kondisi sakit dan masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Saya memohon maaf yang tulus kepada Bapak Dr. Ahmad Zahid Hamidi dan seluruh masyarakat karena tidak bisa hadir secara langsung. Kunjungan ini sangat saya nantikan, namun karena kondisi kesehatan, saya harus beristirahat. Semoga beliau dapat merasakan kehangatan dan kasih sayang warga Padang Sarai,” ucap Ahmad Saleh.

Kunjungan Dr. Zahid Hamidi ke Padang Sarai juga diisi dengan beberapa agenda ringan bernuansa kekeluargaan. Ia sempat menyapa warga secara langsung, menyantap hidangan khas Minang bersama tokoh-tokoh masyarakat, serta mengunjungi beberapa titik yang dianggap bersejarah bagi keluarga besarnya. Tak sedikit warga yang memanfaatkan momen ini untuk berswafoto atau menyerahkan cendera mata khas daerah sebagai simbol kedekatan budaya.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pengurus organisasi kemasyarakatan dan adat. Semua pihak menyatakan harapan agar hubungan antara masyarakat Sumatera Barat dan komunitas Minang di Malaysia terus diperkuat, baik dalam bentuk kerja sama pembangunan, sosial, budaya, maupun pendidikan.

Dengan berakhirnya kunjungan singkat namun bermakna ini, masyarakat Padang Sarai menyimpan harapan besar bahwa jalinan sejarah dan kekeluargaan yang telah lama ada akan melahirkan sinergi baru demi kemajuan bersama. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID