SUMBAR

Genderang Penas KTNA XVI Ditabuh Hari Ini

435
×

Genderang Penas KTNA XVI Ditabuh Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Penas
KESIAPAN 100 PERSEN—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wagub, Audy Joinaldy mendampingi Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo (baris tengah) melakukan peninjauan akhir menjelang pembukaan Penas KTNA XVI, yang akan digelar hari ini, Sabtu (10/6) di Lanud Sutan Sjahrir.

PADANG, ONTIME.ID—Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI Tahun 2023 di Kota Padang, hari ini, Sabtu (10/6) resmi dibuka.

Hingga H-1, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) juga telah memastikan iven nasional yang bakal dihadiri 289 kepala daerah dan sejumlah menteri itu telah rampung 100 persen.

Kepastian itu didapat saat Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mendampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melakukan pengecekan terakhir di lokasi acara di kawasan Lanud Sutan Sjahrir, Kota Padang, Jumat (9/6).

Di lokasi pembukaan iven yang mengusung tema “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Indonesia Pangan Lumbung Berkelanjutan Pangan Dunia Menuju 2045” itu, terlihat sejumlah tenda besar yang menampung peserta Penas KTNA XVI telah berdiri megah. Termasuk tenda utama yang cukup besar tampak berdiri kokoh.

Lokasi pembukaan juga dilengkapi dengan layar videotron di bagian kiri dan kanan tenda utama. Selain itu, juga terdapat tenda besar lainnya untuk live music. Kemarin juga dilangsungkan gladi bersih kegiatan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebut, secara umum persiapan fisik lokasi sudah dirampungkan.  “Alhamdulillah, kami telah cek bersama Mentan ke lapangan. Persiapan sudah dirampungkan,” ujar Mahyeldi.

Pembukaan kegiatan nasional dipastikan semarak dan sukses, karena bakal dihadiri puluhan ribu peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu juga dimeriahkan berbagai pertunjukan kesenian dan live music.

Sejumlah menteri juga dijadwalkan hadir. Mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto hingga Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri Koperasi dan UKM, dan Menteri Perdagangan.

Juga hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Selain itu, turut hadir Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Gubernur Bank Indonesia (BI) dan sejumlah pejabat lainnya.

Terpisah, Sekdaprov Sumbar, Hansastri selaku Ketua Panitia Daerah Penas KTNA XVI mengatakan, sebanyak 289 kepala daerah, yang terdiri dari 29 gubernur/wagub dan 260 bupati/wali kota, juga telah dikonfirmasi hadir pada acara pembukaan. Sebanyak 7.000 pendamping dan ofisial juga telah mendarat di Kota Padang. Sedangkan untuk peserta, sebanyak 23.000 orang telah tiba di Ranah Minang. Mereka tersebar di 350 pemondokan yang disediakan di lima kecamatan di Kota Padang.

Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo berharap pembukaan dan kegiatan yang dilangsungkan sepekan ini sukses dan memberi dampak positif terhadap dunia pertanian di Indonesia. Syahrul juga berharap penyelenggaraan Penas KTNA XVI dapat menjadi momentum kebangkitan pertanian Indonesia.

Untuk itu, berbagai kegiatan telah dirancang Pemprov Sumbar untuk memeriahkan kegiatan Penas KTNA yang berlangsung dari tanggal 10-15 Juni di Lanud Sutan Sjahrir. Selain melibatkan OPD terkait dari Pemprov Sumbar, juga dilibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan Perikanan,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), KTNA, dan Pemko Padang.

Adapun sejumlah kegiatan dan acara yang akan digelar selama sepekan ke depan antara lain, aneka pameran buah dan bunga, budidaya jagung, peragaan inovasi teknologi, PAMIGO pabrik mini minyak goreng. Juga ada layanan karantina keliling, smart greenhouse hortikultura, dan demo alsintan. Kemudian, pertanian presisi dan penerapan standar pertanian dan peternakan serta instalasi hidroponik Tabulampot.

Selanjutnya, percontohan pengendalian HPT cabai, bawang, budidaya lebah madu, budidaya  bawang merah, herbisida, budidaya jagung, budidaya tanaman hortikultura, serta budidaya sorgum dan gandum. Termasuk juga budidaya tanaman pangan lahan kering, budidaya padi zero waste, mini ranch sapi, serta ternak ruminansia hulu dan hilir. Lalu, area storage dan display alsintan, workshop alsintan, apartemen kepiting, apartemen cacing sutra dan ikan hias, serta smart fisheries village hulu dan hilir.

 

Anggarkan Rp100 Miliar

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, pihaknya telah menganggarkan Rp100 miliar untuk menyukseskan Penas KTNA XVI di Kota Padang. Anggaran tersebut disebar ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sumbar.

Ia juga menambahkan, dalam iven nasional ini, keterlibatan peserta dan masyarakat sangat tinggi. Hal itu terlihat dari adanya kegiatan gelar teknologi, di mana para peserta diberikan ruang menampilkan karyanya dalam bentuk pemeragaan hasil inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian. Selain itu, untuk keterlibatan masyarakat sekitar, juga tampak dari pemanfaatan ribuan rumah masyarakat untuk penginapan para peserta dengan menggunakan sistem sewa.

Mahyeldi menilai Penas KTNA 2023 memiliki peran strategis membantu memajukan sektor pertanian nasional yang tantangannya semakin besar ke depan.  Penas KTNA  bentuk kepercayaan pemerintah pusat dan KTNA kepada Sumbar.

Ia menyebut, Pemprov Sumbar sendiri memberi perhatian besar terhadap pengembangan sektor pertanian. Hal tersebut terlihat dari pengalokasian 10 persen anggaran untuk mendukung sektor pertanian.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan dan mengembangkan sektor pertanian yang ada.  “Kami ingin kesejahteraan petani dan nelayan dapat semakin membaik dan berkelanjutan,” ujar Mahyeldi.

Melalui Penas KTNA XVI ini ia berharap lahir berbagai inovasi dan teknologi dalam pengembangan sektor pertanian, serta pendampingan terhadap petani pemula. “Petani dan nelayan makmur, Indonesia pasti maju. Maka dari itu mari kita satukan tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045,” ucapnya. (vand)