PADANG, ONTIME.ID—Universitas Andalas (UNAND) merayakan dies natalis ke-67, Rabu (13/9) di Convetion Hall dengan tema akselarasi inovasi dan kreatif untuk kedjayaan bangsa.
Rektor UNAND Yuliandri mengatakan, setelah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), UNAND fokus dalam pengembangan riset. “Dengan perubahan status ke PTNBH pada tahun 2021, Universitas Andalas fokus untuk pengembangan riset,”ujar Yuliandri.

Sementara itu tema yang diangkatkan pada dies natalis 67 tahun ini, menurut Yuliandri sejalan dengan tuntutan perguruan tinggi. Bahwa setiap kampus harus mengembangkan potensi diri.
“Sejak Unand didirikan 1956 saat itu Bung Hatta mencanangkan tagline Untuk Kedjajaan Bangsa. Maka, dalam konteks ini, apapun yang dihasilkan terutama program tri darma perguruan tinggi diorientasikan pada bangsa,” ujarnya
Pada kesempatan itu UNAND meluncurkan secara simbolis pengiriman bahan baku tinta pemilu 2024 oleh Yuliandri, didampingi oleh Prof. apt. Amri Bakhtiar dan Direktur PT Kudo Indonesia Jaya (KIJ) Eko Santiko.
UNAND telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT KIJ dalam hal pembuatan tinta pemilu dengan bahan organik dari tinta gambir yang ramah lingkungan, aman untuk kulit dan eco friendly.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Universitas Andalas bersama PT KIJ memenangkan tender konsolidasi pengadaan logistik tinta. Ditambahkannya, ini sesuatu yang membanggakan karena 90 persen provinsi di Indonesia memanfaatkan tinta pemilu dari hasil inovasi anak bangsa.
“Enam zona yang dimenangkan meliputi 35 provinsi ini merupakan suatu prestasi yang sangat baik karena lebih kurang satu juta botol tinta akan dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan pemilu,”ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, dikatakannya memberi manfaat bagi UNAND sebagai PTNBH dalam bentuk perjanjian lisensi atas kekayaan intelektual. “Ini juga menjadi contoh sinergi yang baik antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, ini juga upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang ada di Indonesia, khususnya gambir untuk menjadi produk yang memiliki nilai saing dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Tidak hanya itu, UNAND juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memperoleh capaian Indikator Kinerja Utama pada pilar 5 (IKU 5) yaitu Jumlah Terbanyak Hasil Kerja Dosen Digunakan Oleh Masyarakat. (vand)













