Peristiwa

36 Gempa Bumi Guncang Sumbar Dalam Seminggu

641
×

36 Gempa Bumi Guncang Sumbar Dalam Seminggu

Sebarkan artikel ini
bumi
ilustrassi

PADANG, ONTIME.ID—Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama periode 1-7 April 2022, terjadi 36 gempa bumi yang mengguncang wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, hanya dua di nataranya yang dirasakan masyarakat.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi mengatakan, gempa bumi yang terjadi sepanjang pekan pertama April itu terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng dan aktivitas Sesar Sumatra serta Sesar Mentawai.

“Dari 36 kejadian gempa itu, 20 di antaranya berlokasi di darat, dan 16 sisanya berlokasi di laut,” katanya, seperti di lansir dari akun Instagram resmi Stasiun Geofisika Padang Panjang, Jumat (8/4).

Berdasarkan data BMKG Padang Panjang, frekuensi tertinggi kejadian gempa berlangsung pada tanggal 4 dan 7 April, dengan masing-masing tujuh kejadian. Sedangkan frekuensi terendah terjadi pada 3 April, yakni hanya sebanyak dua kejadian. Kekuatan gempa sendiri berkisar anatara magnitudo 3 hingga 5, dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer.

Sementara untuk kejadian gempa yang dirasakan masyarakat, hanya tercatat dua kejadian, di mana keduanya terjadi di Kota Bukittinggi.  Kejadian pertama terjadi pada 4 April pukul 01:14 WIB, dengan magnitudo 4,5. Gempa darat ini dirasakan cukup kuat di Bukittiggi, Agam, Payakumbuh dan sekitarnya, sehingga mengagetkan warga yang umumnya sedang istirahat menjelang waktu sahur.

Gempa ini terjadi pada koordinat 0,20º LS dan 100,34º BT. Pusat gempa pada kedalaman 10 kilometer dan berjarak sekitar 12 kilometer arah barat laut dari Bukittinggi. Guncangan gempa dirasakan III sampai IV Modified Mercalli Intensity (MMI) di Bukittinggi, Agam dan Payakumbuh. Sementara, di Padang Panjang dirasakan sekitar III MMI, serta di Pasaman, Solok, dan Pariaman sekitar II MMI.

Sementara kejadian kedua terjadi sehari setelahnya, pada pukul 05:46 dengan magnitudo 3,5. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,24º LS dan 100,27º BT atau tepatnya berlokasi di darat pada 13 kilometer arah barat laut Bukittinggi pada kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatera Segmen Sianok,” katanya.

Guncangan gempa bumi di Bukittinggi itu juga dirasakan III-IV MMI yang apabila terjadi pada siang hari maka akan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, seperti di wilayah Bukittinggi dan Agam.

Selain itu, juga dirasakan II MMI, di mana getarannya itu turut dirasakan oleh beberapa orang, seperti benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Untuk kondisi itu terjadi di wilayah Kota Padang Panjang.

 

Perkuat Mitigasi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur menyebutkan, pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama terpecahnya fokus penanganan bencana di Sumbar. Selama dua tahun terakhir, pihaknya fokus untuk menangani Covid-19, sehingga penanganan bencana lainnya, terutama gempa dan tsunami menjadi terabaikan. Hal ini menyebabkan beberapa program-program prabencana yang sebelumnya sudah disusun, tidak dapat dilaksanakan.

“Memang agak tertinggal program-program mitigasi kita. Banyak program yang akhirnya dialihkan ke pengendalian Covid-19. Pada 2022 ini, dengan tren penurunan kasus, kami berharap bisa kembali mengalihkan perhatian kepada upaya-upaya mitigasi bencana dan mengejar ketertinggalan-ketertinggalan yang ada,” katanya.

Lebih jauh, ia menerangkan, mitigasi menjadi penting untuk pengurangan risiko bencana, baik itu berupa mitigasi struktural maupun kultural.

“Mitigasi struktural itu contohnya dalam antisipasi gempa, pembangunan yang akan dilakukan dengan memperhatikan pemilihan lokasi dan juga konstruksi yang aman dari gempa. Sementara mitigasi kultural itu dititikberatkan melalui edukasi, sosialisasi, dan simulasi bencana kepada masyarakat,” ucapnya lagi.

Rumainur menyebutkan, model sosialisasi dan materi edukasi yang diberikan masyarakat tergantung dengan kondisi atau ancaman yang terdapat di daerah. “Tentu nanti bentuknya akan berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain, sebab disesuaikan dengan ancaman bencana yang terdapat di masing-masing daerah,” katanya.

Terpisah, Pakar Gempa Universitas Andalas (Unand), Badrul Mustafa mengatakan, setelah kurang lebih dua tahun mengalihkan perhatian besar pada pengendalian Covid-19, BPBD dan intansi terkait harus mengebut kembali berbagai program prabencana dan mitigasi bencana.

“BPBD fokus dalam pengendalian Covid-19, banyak sumber daya dan anggaran yang dikerahkan ke sana. Termasuk program sosialisasi dan simulasi kebencanaan. Dengan penurunan kasus Covid-19, pada tahun 2022 ini diharapkan program-program mitigasi bisa kembali berjalan,” katanya, Kamis (24/3).

Sebab bagaimanapun, bencana, terutama bencana geologi seperti gempa, perlu penanganan khusus. Hal ini karena skala dan dampak yang ditinggalkan cukup besar, dan terjadinya gempa juga sulit diprediksi.

Sementara bencana lain, intensitasnya masih di bawah gempa. “Contohnya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang masih bisa diprediksi kedatangannya,” kata Badrul.

Selain itu, dalam program mengurangi risiko dampak akibat tsunami bibir pantai perlu ditanami vegetasi. Vegetasi, katanya, punya fungsi amat penting dalam mengurangi risiko dan dampak tsunami. “Itu sudah dibuktikan di beberapa daerah. Jika punya vegetasi yang cukup baik, kerusakan yang ditimbulkan oleh gelombang tsunami tidak semasif jka tidak memiliki vegetasi,” katanya.

Ia mengatakan, selain vegetasi, terdapat cara lain untuk mereduksi kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tsunami. Salah satunya dengan melakukan pembangunan seawall (tanggul laut). Sayangnya, pembangunan seawall membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kondisi anggaran pemerintah saat ini belum memungkinkan untuk melakukan pembangunan seawall. Maka yang paling bisa dijadikan alternatif adalah dengan penanaman vegetasi tadi. Ke depan, bibir pantai yang bisa ditanami vegetasi harus dilakukan penanaman segera. Setelah ditanam, bentuk tim pemiliharaannya agar bisa tumbuh dan terawat dengan baik,” katanya. (*/ot)