Padang

Jemaah Asal Sumbar Siap Berangkat Tahun Ini

254
×

Jemaah Asal Sumbar Siap Berangkat Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
sumbar
GUBERNUR Sumbar, Mahyeldi Anshrarullah melepas jemaah umrah asal Sumbar pada keberangkatan perdana pada masa pandemi, Sabtu (21/1) lalu. Setelah umrah, kini giliran ibadah haji yang dipastikan akan kembali diselenggarakan tahun ini.

PADANG, ONTIME.ID—Kerajaan Arab Saudi resmi membuka penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriah bagi jemaah asal Indonesia. Kendati demikian, kuota jemaah tahun ini hanya dibatasi sebanyak satu juta orang. Kebijkan ini kontan disambut positif oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Sumatra Barat.

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar menyatakan saat ini masih menunggu aturan dari Kemenag RI mengenai jumlah kuota dan teknis keberangkatan jemaah haji tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sumbar, Joben mengatakan, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan haji dengan total jemaah satu juta orang.

“Itu artinya, kuota jemaah asal Indonesia dan Sumbar itu tidak penuh. Jemaah yang akan diberangkatkan akan dipilih berdasarkan aturan dari Kemenag nantinya. Sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari aturan Pemerintah Arab Saudi tersebut. Mungkin dalam minggu ini sudah ada aturan dan teknis keberangkatan yang disusun Kemenag RI,” katanya kepada ONTIME.ID, Minggu (10/4).

Ia mengaku pihaknya siap mengikuti aturan yang dibuat Kemenag RI mengenai keberangkatan jemaah haji. Ia menyebutkan, dari sisi persiapan keberangkatan, Kanwil Kemenag Sumbar tetap melakukan berbagai persiapan. Hal itu penting dilakukan, agar jika sewaktu-waktu sudah ada kepastian mengenai kuota keberangkatan, jemaah haji asal Sumbar bisa langsung berangkat.

“Persiapan yang kami lakukan tetap sama. Kemenang menganggap seolah-olah haji tetap dilakukan. Jadi, persiapannya sama seperti yang dilakukan seperti dalam keadaan normal. Sehingga, kami selalu siap jika seandainya nanti diberi kuota untuk keberangkatan di musim haji 2022 ini. Kalau jadi berangkat, maka keberangkatan kloter pertana itu akan dilakukan pada 5 Juni mendatang. Jadi, waktunya sudah sangat dekat”” katanya.

Jemaah yang akan berangkat pada musim haji 2022, ucapnya, merupakan jemaah yang seyogyanya berangkat pada musim 2020 lalu. Dengan kata lain, mundur dua tahun dari waktu yang seharusnya.

“Jadi, jemaah haji yang mestinya berangkat pada 2021 akan mundur ke tahun 2023. Itu pun jika seandainya tahun ini haji bisa diselenggarakan,” katanya lagi.

Sebelumnya, Joben juga menyebut bahwa terdapat 4.613 calon jemaah haji yang batal berangkat saat musim haji tahun 2020 lalu. Ia mengatakan, jemaah itu akan diprioritaskan untuk berangkat pada musim haji 2022.

“Oleh karena itu, masa tunggu haji bagi calon jemaah asal Sumbar yang semula hanya 21 tahun, kini menjadi 22 hingga 23 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci,” katanya lagi.

Pemerintah Indonesia sendiri menyatakan menyambut positif atas pengumuman terbaru dari otoritas Saudi ini.  Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rasa syukur atas adanya kepastian keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini.

“Syukur alhamdulillah, jemaah haji Indonesia bisa berangkat tahun ini. Ini kabar yang sangat ditunggu jemaah haji di tanah air,” ujar Menag dalam siaran pers, Minggu (10/4).

Menag mengatakan, batalnya pemberangkatan jemaah haji Indonesia dalam dua tahun terakhir telah menyebabkan kerinduan mendalam jemaah Indonesia untuk ke Tanah Suci. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Saudi yang memberi kesempatan tahun ini bagi jemaah Indonesia untuk memenuhi panggilan beribadah haji,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa GusMen ini menegaskan bahwa berapa pun kuota yang diberikan, Indonesia siap menyelenggarakan haji. Sebab, persiapan dengan berbagai skenario pemberangkatan telah dilakukan selama ini.

“Kami akan mengoptimalkan berapa pun kuota nanti yang diberikan untuk Indonesia. Bahkan, kalau bisa kami akan mengupayakan agar Indonesia bisa mendapat tambahan, misalnya dari kuota negara lain yang tidak terserap. Selain itu, kami juga siap dan akan melakukan persiapan sebaik mungkin untuk memastikan jemaah terlayani dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. Menurutnya, kepastian adanya keberangkatan jemaah dari luar Saudi ini telah membuka seluruh simpul persiapan penyelenggaraan yang selama ini terus dilakukan pihaknya.

“Ini kabar gembira. Kepastian adanya kuota ini akan segara kami tindak lanjuti dengan finalisasi sejumlah langkah taktis yang telah dilakukan. Persiapan layanan, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, akan segera difinalkan,” katanya.

Menurut Hilman, waktu yang tersedia tidak banyak. Sehingga, pihaknya akan bekerja cepat dalam merampungkan persiapan, termasuk yang terkait dengan teknis pemilihan jemaah berhak berangkat sesuai ketentuan Arab Saudi dan pembinaan manasik bagi mereka.

“Kami akan bergerak cepat untuk melakukan persiapan. Biaya haji juga akan segera kami finalisasi dengan Komisi VIII DPR,” ucapnya.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dalam surat pengumumannya menyebutkan bahwa haji tahun ini akan dilakukan dengan ketentuan, pertama, haji tahun ini terbuka untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi. Kedua, jemaah yang berasal dari luar Kerajaan wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. (red)