Peristiwa

KSAD Ungkap Sabotase Jembatan Bailey di Aceh, Baut Dicopot, Ini Biadab !

212
×

KSAD Ungkap Sabotase Jembatan Bailey di Aceh, Baut Dicopot, Ini Biadab !

Sebarkan artikel ini
KSAD
KSAD Ungkap Sabotase Jembatan Bailey di Aceh, Baut Dicopot, Ini Biadab !

JAKARTA, ONtime.ID — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan sabotase terhadap jembatan bailey yang dibangun TNI Angkatan Darat untuk pemulihan pascabencana. Aksi tersebut terjadi pada Jembatan Bailey Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Maruli menyatakan, sejumlah baut pada struktur jembatan diketahui dicopot oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tindakan itu dinilai sangat berbahaya karena mengancam keselamatan masyarakat yang melintasi jembatan darurat tersebut.

“Ini biadab. Jembatan itu digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Kalau bautnya dicopot, risikonya sangat fatal,” tegas Maruli saat konferensi pers penanganan bencana di Posko Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prasetyo, Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo.

Maruli menegaskan, pembangunan jembatan bailey dilakukan dengan upaya maksimal oleh prajurit TNI AD di lapangan. Untuk mengejar target pemulihan akses transportasi, personel bekerja tanpa henti dalam tiga sif setiap harinya.

“Anggota kami bekerja pagi, siang, dan malam. Kalau tidak dilakukan seperti ini, target pemulihan tidak akan tercapai,” ujar Maruli selaku Komandan Satuan Tugas Pembangunan Jembatan.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan jembatan darurat menjadi krusial karena bencana alam telah memutus banyak akses penghubung di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, terutama di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Saat ini, TNI AD tengah membangun total 43 jembatan bailey di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, 12 jembatan telah selesai dibangun, enam jembatan sedang dalam tahap pemasangan, dan 15 unit lainnya masih dalam proses pengiriman dari Jakarta.

“Peralatan bailey sedang dikirim. Selain itu, atas arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan, kami juga menyiapkan tambahan 100 unit jembatan bailey dari luar negeri untuk mendukung penanganan bencana, yang nantinya bisa digunakan di seluruh Indonesia,” ungkap Maruli.

TNI AD memastikan akan meningkatkan pengamanan terhadap jembatan-jembatan darurat tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keselamatan masyarakat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID