TANAH DATAR, ONtime.ID — Senyum Bahagia terpancar dari wajah Irsyad Dunas Datuak Damuanso, salah seorang dari Suku Tujuah Indu yang dilewakan atau dikukuhkan, pada acara Batagak Pangulu di Nagari Sawah Tangah.
Kegiatan Melewakan Datuak tersebut diadakan di Kampung Dalam Lubuak Batang, di Rumah Gadang Datuak Damuanso, Nagari Sawah Tangah, Kecamatan Pariangan, Selasa (24/3/26).
Salah seorang yang dilewakan Batagak Panghulu di Nagari Sawah Tangah itu Irsyad Dunas menjadi Datuak Damuanso dari Suku Tujuah Indu sampaikan, gelar kebesarannya berdasarkan ‘Mambukak nan Talipek’, yang artinya gelar ini sudah lama kosong karena Datuak sebelumnya sudah meninggal dunia 5 tahun lalu.
[irp posts=”35033″ ]
Irsyad Dunas sah bergelar Datuak Damuanso, sesuai dengan Surat Keputusan KAN Sawah Tangah, dan juga seluruh kaum kompak untuk gelar Datuak Damuanso kepadaNya.
Dalam wawancara dengan awak media, Datuak Damuanso yang juga seorang wiraswata itu mengucapkan terimakasih banyak atas kehadiran para tamu undangan, yang telah menghadiri acara Malewakan Gala Batagak Pangulu di Nagari Sawah Tangah.
“Kami mohon maaf kalau ada kekurangan, Kami sebagai Datuak Pangulu yang dilewakan, mengharap doa dan dukungan agar amanah ini bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Datuak Damuanso.
Terakhir Datuak Damuanso katakan, semoga amanah ini bisa saya jalankan sebagai mana mestinya dan teladani dengan memiliki sikap gigih, teguh pada pendirian, berani, berintegritas dan ikhlas dalam berbuat dan dapat menjadi contoh anak kemanakan nantinya.
[irp posts=”35030″ ]
Adapun 5 orang penghulu yang dilewakan yaitu, Irsyad Dunas menjadi Datuak Damuanso dari Suku Tujuh Indu, Shadri Yandra, SE menjadi Datuak Sinaro dari Suku Tujuh Indu, Agesko Juanda menjadi Datuak Labai dari Suku Sei Napar, Muhammad Syaiful menjadi Datuak Rajo Tianso Suku Sei Napar dan Bevrian Hendra Saputra menjadi Datuak Tumanguang dari Suku Sei Napar.
Turut Hadir dalam acara tersebut, Ketua LKAAM Tanah Datar, Camat Pariangan beserta Forkopimda, Wali Nagari beserta Perangkat Nagari Sawah Tangah, Ketua KAN, anak kemanakan masing-masing Pasukuan, alim ulama, imam khatib, cadiak pandai, Bundo Kanduang dan tamu undangan lainnya. (f/nh)













