PADANG, ONtime.ID — Masa reses tidak semestinya berhenti pada agenda pertemuan dan seremonial. Bagi masyarakat, reses menjadi momentum untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi kepada wakil rakyat, sekaligus menguji sejauh mana aspirasi tersebut dapat diperjuangkan dalam kebijakan pemerintah daerah.
Hal itu terlihat dalam Reses Masa Sidang I Tahun 2026–2027 Anggota DPRD Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, S.AP, yang digelar di Musala Nur Zikrullah, RT 01/RW 05, Kelurahan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Jumat (4/9/2026).
Reses tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Jupri yang dikenal masyarakat dengan sapaan Mak Dang, hadir dan berdialog langsung dengan warga serta berbagai unsur masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Lubuk Begalung, Liswin selaku Kasi Pemerintahan, Lurah Gurun Laweh, RT dan RW, Bundo Kanduang, kader PKK, tokoh masyarakat, serta unsur pemuda dan pemudi.
Bukan Sekadar Bertemu, Warga Buka Daftar Persoalan
Kesempatan bertemu langsung dengan wakil rakyat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak.
Persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, olahraga, fasilitas sosial hingga penerangan lingkungan.
Sejumlah aspirasi yang dihimpun dalam reses tersebut antara lain betonisasi jalan, perbaikan drainase, pengadaan perlengkapan Posyandu dan PKK, dukungan untuk Musala Nur Zikrullah, bantuan sarana olahraga berupa meja tenis beserta perlengkapannya, serta Penerangan Jalan Umum (PJU).
Daftar tersebut menunjukkan bahwa persoalan pembangunan di tingkat kelurahan masih sangat konkret. Infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase berdampingan dengan kebutuhan fasilitas sosial serta ruang aktivitas masyarakat.
Karena itu, reses menjadi penting bukan hanya sebagai kewajiban konstitusional anggota DPRD, tetapi juga sebagai saluran untuk membawa persoalan warga masuk ke dalam pembahasan dan agenda pemerintahan.
Jupri: Aspirasi Warga Harus Menjadi Catatan dan Tindak Lanjut
Jupri mengatakan berbagai masukan masyarakat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan agenda pembangunan yang ada.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat diperlukan agar wakil rakyat memahami kondisi serta kebutuhan warga secara lebih nyata.
Kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat, lanjutnya, harus mampu memberikan manfaat dan menjadi jembatan antara kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah daerah.
Pada kesempatan tersebut, Jupri juga menyampaikan harapan agar aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Gurun Laweh Nan XX.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas berlangsungnya pertemuan tersebut dalam suasana yang baik dan penuh kebersamaan.
Warga Menunggu Aksi, Bukan Sekadar Janji
Salah seorang warga yang hadir, Edi Red, menilai Jupri bukan sosok yang asing bagi masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang dibangun Jupri selama ini membuat masyarakat lebih mudah menyampaikan persoalan maupun kebutuhan di lingkungannya.
Ia berharap pola komunikasi tersebut tidak berhenti pada forum reses, tetapi berlanjut menjadi tindakan nyata.
Sebab, ukuran keberhasilan reses pada akhirnya bukan seberapa meriah pertemuan digelar, melainkan seberapa banyak aspirasi masyarakat yang benar-benar dapat diperjuangkan dan direalisasikan sesuai mekanisme serta kemampuan anggaran daerah.
Warga kini menitipkan sejumlah pekerjaan rumah kepada wakil mereka di DPRD Kota Padang: jalan yang membutuhkan betonisasi, drainase yang perlu dibenahi, fasilitas Posyandu dan PKK, sarana olahraga, kebutuhan musala hingga penerangan jalan.
Semua aspirasi tersebut telah disampaikan.
Tahap berikutnya adalah pembuktian: apakah catatan reses itu akan berhenti menjadi daftar aspirasi, atau benar-benar bergerak menjadi program dan pembangunan yang dirasakan masyarakat. (JR Pratama)













