Ekonomi

Segera Perbarui dan Pindahkan Pinjaman ke Bank Nagari

647
×

Segera Perbarui dan Pindahkan Pinjaman ke Bank Nagari

Sebarkan artikel ini
BANK
Direksi Bank Nagari (dari kiri ke kanan) Direktur Operasional Syafrizal, Direktur Kepatuhan Restu Wirawan, Direktur Utama Muhamad Irsyad, Direktur Kredit dan Syariah Gusti Candra, serta Direktur Keuangan Sania Putra.

PADANG, ONTIME.ID — Bank Nagari saat ini masih mempertahankan kebijakan suku bunga atau margin (bagi hasil) yang masih cukup rendah untuk pinjaman konsumtif dan produktif.

 

Apalagi terhitung 4 Juli 2022 Bank Nagari juga menghadirkan program khusus menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-77 dengan Promo Turun Bunga/Margin dan Cashback Merdeka bagi para ASN, pegawai dan pensiunan.

 

“Mumpung Bank Nagari saat ini masih mempertahankan suku bunga cukup rendah untuk pinjaman konsumtif dan produktif, apalagi ada Promo Turun Bunga/Margin dan Cashback Merdeka bagi para ASN, pegawai dan pensiunan. Kami mengimbau masyarakat dan nasabah untuk segera merealisasikan, memperbaharui atau memindahkan pinjaman ke Bank Nagari, baik layanan konvensional maupun secara syariah,” ujar Direktur Utama Bank Nagari Muhamad  Irsyad, Sabtu (16/7).

 

Dikatakannya sejumlah ekonom dan analis melihat bahwa kondisi ekonomi global saat ini sedang tidak baik-baik saja, karena terjadinya lonjakan inflasi dan berpengaruh terhadap naiknya suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Data inflasi AS terbaru telah dirilis yaitu mencapai 9,1 persen, tertinggi sejak 1981. Sehingga hal ini memberi sinyal kenaikan suku bunga The Fed bisa menyentuh 100 bps.

 

Menyikapi kebijakan AS tersebut maka Bank-bank sentral di beberapa negara juga suda menaikkan suku bunga guna membendung gelombang pasang inflasi.

Banyak pemerhati memperkirakan bahwa Indonesia, melalui bank sentral-nya yaitu Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat juga akan menaikan suku bunga acuan. Suku bunga acuan menjadi pedoman bagi bank dalam menetapkan suku bunga pinjaman, suku bunga tabungan, dan deposito.

 

Ketika bank sentral menaikkan suku bunga acuan, maka bank juga akan menaikkan suku bunganya. Muhamad Irsyad menjelaskan bahwa menaikkan suku bunga acuan menjadi salah satu kebijakan yang dilakukan bank sentral untuk mengendalikan laju inflasi.

Saat suku bunga acuan naik, masyarakat cenderung menyimpan dana di tabungan atau deposito untuk mendapatkan bunga yang lebih tinggi. “Hal ini diharapkan akan menurunkan permintaan barang dan jasa sehingga mengurangi tekanan inflasi. Namun juga akan membuat suku bunga pinjaman (kredit atau pembiayaan) ikut naik,” katanya lagi.

 

Ia menambahkan, berkaitan dengan kondisi penuh ketidakpastian ini, maka masyarakat atau nasabah harus mengambil keputusan dengan cerdas dan cepat. Apalagi saat ini kebutuhan keuangan masyarakat meningkat dan mendesak sehubungan dengan anak-anak akan masuk sekolah dan kuliah yang tentunya akan membayar uang masuk sekolah, SPP, UKT, uang buku, uang baju, uang kos dan berbagai kebutuhan lainnya.

 

Selain itu, ada juga yang sudah berencana membeli atau memperbaiki rumah, membeli atau mengganti kendaraan, buat modal kerja usaha keluarga, buat pesta pernikahan, pembelian barang elektronik dan rumah tangga serta berbagai kebutuhan lainnya.

Irsyad menyebutkan, masyarakat dan nasabah bisa segera mengajukan pinjaman ke Bank Nagari, atau melakukan pembaharuan (Top-Up) atau pindahkan pinjaman dari bank lain dan lembaga keuangan lain ke Bank Nagari.

 

Direksi Bank Nagari sudah menginstruksikan semua kantor layanan Bank Nagari untuk memberikan pelayanan maksimal dengan cara menambah jam layanan dan menambah personil serta menyediakan layanan jemput bola, agar masyarakat dapat terlayani dengan cepat.