PADANG, ONTIME.ID- Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Nevi Zuairina melakukan pekan sosialisasi dan pelatihan di daerah pemilihannya Sumatera Barat II untuk mengembangkan UMKM.
Pelatihan yang diberikan Nevi berupa memberikan berbagai pengetahuan, mulai dari pengetahuan aturan persaingan usaha, pengetahuan literasi keuangan, pengetahuan cara akses pembiayaan pemerintah, pengetahuan tentang SNI (Standar Nasional Indonesia).
“Pelatihan-pelatihan untuk berbagai UMKM banyak sekali manfaatnya. Mulai dari pengembangan lembaga hingga pengembangan pribadi. Diharapkan, peserta setelah menjalani sosialisasi dan pelatihan, akan menerapkan di usahanya untuk memperbaiki organisasi atau lembaga usaha maupun peningkatan keterampilan dalam pengelolaan usaha, pemasaran, akses permodalan maupun peningkatan kualitas produknya,” urai Nevi baru-baru ini.
Politisi PKS ini menjabarkan, kegiatan sosialisasi maupun pelatihan untuk UMKM ini secara tidak langsung mendorong kualitas SDM di sektor perekonomian.
“Kita mengetahui bahwa UMKM telah menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar yang membuat negara ini kokoh diterpa pandemi selama lebih dua tahun,” ujarnya.
Semua peserta di berbagai titik pertemuan sosialisasi maupun pelatihan menyampaikan terima kasih kepada Nevi, karena telah memfasilitasi program tersebut.
Mereka mengaku semua pengetahuan yang didapat telah memberikan wawasan baru, baik tentang bagaimana mengelola usaha yang baik, terutama persoalan pengelolaan keuangan. Bahkan bagaimana etika berusaha pun didapat agar para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Semua sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan oleh proksi pemerintah, mulai dari BUMN, KPPU (komisi Pengawas Persaingan Usaha) hingga BSN (Badan Standardisasi Nasional). Dengan bekerja sama dengan anggota DPR, Insya Allah akan mendapat masukan peserta yang tepat sesuai kebutuhan karena banyak sekali aspirasi yang disampaikan baik ketika reses maupun ketika kunjungan Dapil. Semua dapat terfasilitasi dan terpenuhi dengan lebih mudah ketika pemerintah turun langsung ke lapangan,” ulasnya. Nevi.
Nevi memberi arahan pada setia peserta, agar setelah mendapat sosialisasi dan pelatihan, seluruh usaha yang dijalankan semua sehat baik dari sisi organisasi, keuangan, SDM, produk, pemasaran hingga persaingan usahanya berjalan baik sesuai aturan yang berlaku. Ketika Internal UMKM sehat, ia berharap akan lebih mudah dalam pengembangan usaha.
“Saya selalu menekankan, bahwa semua UMKM ini memiliki target waktu untuk keluar dari gelar UMKM. Mesti ada upaya pengembangan sehingga dapat UMKM bertransformasi menjadi Usaha yang besar,” tutup Nevi Zuairina. (*/red)













