PADANG, ONTIME.ID–Lindungi petani dari harga yang tak berpihak setelah panen, DPRD Sumbar melalui Komisi II dalam waktu dekat segera membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Kelola Komoditi.
Ketua Komisi II DPRD Sumbar Mochklasin mengatakan, Ranperda Tata Kelola Komoditi merupakan inisiatif DPRD, yang diusulkan dan akan segera dibahas oleh Komisi II.
“Agar petani terlindungi dan terfasilitasi saat pasca panen, kita akan bahas Ranperda tentang Tata Kelola Komoditi. Dalam Perda itu nanti, akan diatur bagaimana petani ini bisa menjual hasil panen mereka dengan menguntungkan, bukan malah dirugikan, termasuk akan diatur juga masalah hilirisasi,” ujar Mochklasin belum lama ini di Padang.
Ia menyebut, pengorbanan petani sebelum panen berlangsung sangatlah luar biasa. Oleh sebab itu pemerintah harus hadir untuk melindungi petani, bagaimana supaya mereka tidak terjerat tengkulak yang cenderung mengontrol harga sekendak hati mereka.
Mochklasin menambahkan, secara kelengkapan Ranperda Tata Kelola Komoditi sudah siap masuk tahapan pembahasan, tinggal lagi diagendakan di Bamus untuk dibahas.
“Kita akan memasukkan di Bamus untuk bisa diagendakan pembahasannya. Ditargetkan akhir tahun ini selesai,” tukasnya.
Bicara tentang memajukan sektor pertanian di Sumbar, Mochklasin berharap, dengan umur Sumatera Barat yang sekarang 77 tahun, pemerintah provinsi bisa mewujudkan misi besar dalam mensejahterakan petani. Ia mengatakan, upaya dan keseriusan pemerintah provinsi mensejahterakan petani telah dimulai dengan menganggarkan 10 persen anggaran untuk sektor pertanian.
Pihaknya berharap anggaran yang ada tersebut bisa dikelola dengan baik oleh OPD terkait, sehingga betul-betul efektif meningkatkan kesejahteraan dari petani. Menurut hemat dia, beberapa hal yang mesti mendapat perhatian terkait upaya memajukan sektor pertanian, dan memang masih menjadi kendala untuk petani di lapangan adalah, masalah ketersediaan pupuk, mekanisasi pertanian, benih, irigasi, dan penyuluh.
“Harapan kami, kita bersama-sama mencarikan solusi atas kendala-kendala yang masih dihadapi petani tersebut,” ulasnya. (*/vand)













