Pendidikan

Program Wirid Rutin SMA/SMK Resmi Diluncurkan

635
×

Program Wirid Rutin SMA/SMK Resmi Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
wirid
GUBERNUR Sumbar, Mahyeldi Ansharullah memberikan sambutan saat peluncuran program wirid remaja rutin, di Masjid Raya Sumbar, Sabtu (22/10) lalu.

PADANG, ONTIME.ID—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi meluncurkan program wirid remaja rutin dua kali sebulan bagi para pelajar SMA/SMK se-Sumbar.

Kegiatan ini sebagai upaya membangun karakter, menekan angka kenakalan generasi muda, sekaligus untuk mensukseskan program unggulan Sumbar religius dan berbudaya yang tertuang dalam RPJMD Sumbar 2021-2026.

“Tahap awal wirid ini melibatkan siswa SMA dan SMK. Namun dalam jangka panjang kami berharap pelajar SD dan SMP juga bisa ikut bergabung sehingga karakter yang baik bisa terbangun sejak dini, dan perilaku negatif terminimalisir,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat meluncurkan program wirid remaja rutin di Mesjid Raya Sumbar, Sabtu (22/10) .

Wirid ini akan digelar dua kali dalam sebulan, setiap Sabtu malam pada minggu kedua dan keempat di setiap bulannya. Kegiatan berlangsung mulai dari Maghrib hingga selesai Isya dengan konsep mengadopsi pesantren Ramadan yang selama ini telah dilaksanakan di berbagai daerah di Sumbar. “Konsep pesantren Ramadan kami perluas. Kalau biasanya hanya pada bulan Ramadan, sekarang dilakukan sepanjang tahun,” katanya.

Materi yang diberikan tidak hanya tentang agama dengan metode ceramah, tetapi juga materi lain yang berkaitan dengan remaja bahkan tentang adat dan budaya. Mahyeldi menyebut, kegiatan itu sekaligus menghidupkan kembali budaya pendidikan surau yang merupakan salah satu keunggulan budaya Minangkabau, yang sekarang sudah mulai hilang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Barlius mengatakan, pada wirid yang digelar dua kali sebulan ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, MUI Sumbar, Dewan Masjid, dan Kantor Wilayah Kemenag Sumbar serta organisasi kemasyarakatan untuk menyukseskan kegiatan ini.

“Untuk tahap awal mungkin akan banyak kendala tetapi dalam waktu berjalan kami akan terima semua masukan untuk evaluasi guna penyempurnaan,” katanya.

Dalam teknis pelaksanaannya, ucap Barlius, siswa boleh mimilih wirid di masjid terdekat dengan rumah atau tempat domisili. Minimal dengan 15 orang siswa, kegiatan bisa dilaksanakan.

Melalui kegiatan itu diharapkan juga akan terjadi pembauran antara siswa SMK/SMK sehingga terbentuk rasa saling menghargai dan kebersamaan. Dengan demikian, potensi terjadinya tawuran juga bisa diminimalkan.

Barlius menyebut wirid gabungan ini pada hari ini telah resmi diluncurkan oleh Gubernur di Masjid Raya Sumbar dan diikuti seluruh kabupaten/kota secara daring. Turut hadir pada acara ini, Kakanwil Kementerian Agama Sumbar, Bupati/Wali Kota se-Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Dewan Masjid se-Sumbar, Ketua MUI se-Sumbar, Ketua DPW AGPAII, serta peserta didik SMP, MTS, SMA, dan SMK/MA se-Sumbar, baik langsung maupun secara virtual. (*/vand)