Peristiwa

Tour & Travel Minta Stok Vaksin Meningitis Aman

327
×

Tour & Travel Minta Stok Vaksin Meningitis Aman

Sebarkan artikel ini
tour
Tour & Travel meminta pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin meningitis yang menjadi persyaratan wajib untuk jemaah umrah di Indonesia.

PADANG, ONTIME.ID – Otoritas Pemerintah Arab Saudi memastikan bahwa Vaksin Meningitis tetap wajib bagi para jemaah umrah di Indonesia.

Hal ini pun dijelaskan untuk menjawab kesimpangsiuran yang beredar belum lama ini.

 

Berdasarkan keterangan tertulis yang beredar, otoritas pemerintah Arab Saudi menyebutkan ada kesalahan atau kesimpangsiuran yang diungkapkan Menteri Haji dan Umrah Saudi di Jakarta.

 

Keterangan tertulis ini menanggapi pernyataan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah yang mengatakan Pemerintah Arab Saudi tidak mewajibkan Vaksin Meningitis bagi jemaah umrah. Kebijakan baru ini diharapkan mempermudah jemaah dalam beribadah ke tanah suci.

 

“Terkait tentang jemaah umrah, tidak ada ikatan dengan syarat-syarat kesehatan, tidak ada juga yang terkait dengan umur. Semua diterima untuk bisa datang ke Arab Saudi,” katanya di Kementerian Agama (Kemenag), Thamrin Jakarta Pusat, Senin (24/10) lalu.

 

Menanggapi informasi ini, Direktur Cordoba Tour & Travel, Deri Oktaviandi yang dihubungi Ontime.id, Senin (31/10) mengatakan belum mendapatkan edaran resmi mengenai wajib/tidaknya.

 

“Kita belum dapat edaran resmi dari pemerintah Arab Saudi itu, kalau diwajibkan sebagai masyarakat kita mengikut saja,” ucapnya.

 

Kendati demikian Ia meminta pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin meningitis harus aman.

 

“Kalau bisa saat diwajibkan vaksin stok aman. Kalau memang tidak ada jangan diwajibkan. Jangan ketika sudah diwajibkan bahan baku vaksin ini langka. Ini walaupun sudah ada, kan masih langka. Sementara jika masyarakat diwajibkan kemudian belum dapat, bisa terancam gagal berangkat,” ucapnya.

 

Ia berharap pemerintah dapat memudahkan saja persyaratan bagi jemaah umrah.

 

Lainnya, Direktur PT. Sianok Indah Holiday, Adrian Darmawan turut menanggapi informasi ini.

 

“Nah bener kan yang disampaikan Menteri Haji Saudi kemarin hanya yang berhubungan dengan Covid. Sebenarnya ini berkaitan dengan aturan pandemi Covid-19 kemarin, semua aturan di masa pandemi itu dihapuskan oleh pemerintah saudi, sementara untuk meningitis sebenarnya Arab Saudi dari dulu tidak pernah mewajibkan jemaah umrah untuk vaksin meningitis, yang mewajibkan justru pemerintah Indonesia,” tuturnya.

 

Hal itu disebabkan karena dahulu ketika meningitis membludak di Saudi, pemerintah kita menjadikan vaksin meningitis sebagai salah satu syarat wajib untuk perjalanan ke Arab Saudi.

 

Dihubungi terpisah, Kepala KKP Kelas II Padang, Ahmad Hidayat menyebut pihaknya menunggu edaran resmi terkait aturan itu.

 

“Kita tetap berpedoman pada aturan yang ada, berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan dan perlindungan kesehatan pada seluruh lapisan masyarakat termasuk pelaku perjalanan umrah,” ucapnya.

 

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang, Sumatra Barat (Sumbar), kata dia masih menyediakan kuota vaksin meningitis untuk 240 orang setiap harinya.

 

Kuota itu dibagi dua yakni di Kantor Induk KKP Padang di Rawang dan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

 

“Kuota sekarang sudah ditambah, sebelumnya memang masing-masing 80 orang, sekarang jadi masing-masing 120 orang. 120 orang di kantor induk rawang dan 120 orang di wilayah kerja (Wilker) BIM,” ujarnya.

 

Selain menjadi syarat wajib perjalanan haji, Ia menyebut vaksin meningitis tetap dilaksanakan.

 

“Kami tetap melayani vaksinasi. Sebab yang vaksin di KKP kan bukan cuma calon jemaah umrah, ada juga pekerja migran dan kru kapal,” tuturnya.

 

Dikatakannya lagi, pihaknya tetap memprioritaskan pendaftar online terlebih dahulu, namun masyarajat yang datang tetap dilayani jika kuota masih ada.

 

“Ya, tapi yang offline dan datang langsung juga kita layani sebatas kuota tersebut,” kata Ahmad.

 

Sebelumnya vaksin meningitis di KKP Kelas II Padang sempat mengalami kendala karena stok vaksin yang menipis.

 

Dikatakannya, setiap hari permintaan untuk vaksin meningitis lebih dari 100 orang. Jika kuota dalam satu hari telah penuh, maka dialihkan ke hari berikutnya. (*/red)