MENTAWAI, Ontime.ID — Pekerjaan pembangunan gedung Pustaka Daerah Kepulauan Mentawai di Jalan Raya Tuapejat Km 8, diduga tidak akan selesai tepat waktu.
Pembangunan gedung tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 sebesar Rp.8.000.175.962.16 dengan rekanan CV. Berkah Jaya Perkasa Construction

Dari temuan media ini dilokasi pembangunan gedung pustaka tersebut diduga menggunakan material yang tidak didatangkan dari padang, melainkan material lokal seperti pasir yang bercampur dengan lumpur, seharusnya material pasir yang digunakan harus didatangkan dari Padang sebagaimana yang tertuang pada RAB pembangunan gedung pustaka tersebut.
Salah satu warga yang tidak jauh dari lokasi pembangunan mengatakan, “pembangunan gedung pustaka yang dilaksanakan CV. Berkah Jaya Perkasa Construction hanya proyek kejar target saja, bukan hanya pasir yang bercampur lumpur, tapi ada juga beberapa pengurangan volume pekerjaan dibeberapa titik dan ini jelas CV. Berkah Jaya Perkasa Construction bekerja tidak sesuai dengan spek yang ada, ujarnya.
Zulfikar, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kepulauan Mentawai saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut juga membenarkan adanya material pasir yang bercampur lumpur dan tidak didatangkan dari Padang, “Kemarin ada mereka coba memasukkan pasir yang seperti itu, tapi sudah kami suruh tukar melalui konsultan pengawas dan sudah diganti”, ujarnya.

Tanpa adanya pengawasan, CV. Berkah Jaya Perkasa Construction seakan ingin mengelabui Zulfikar, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan kenyataannya dilokasi diduga material yang digunakan masih sama dan belum diganti.
Sementara itu Kepala Inspektorat Mentawai Serieli BW saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, “saya baru dapat informasi ini dan akan saya tinjau dulu kelapangan”, ujarnya singkat.

Seperti yang diketahui sebelumnya pembangunan gedung pustaka tersebut dibangun diatas areal persawahan yang ditimbun tanpa adanya pamadatan tanah terlebih dahulu, ini akan mengakibatkan bangunan tersebut akan amblas dan hancur. (tim)













