HIBURAN

dr.LILA YANWAR, Mars, Sering Kena Marah

2939
×

dr.LILA YANWAR, Mars, Sering Kena Marah

Sebarkan artikel ini
marah
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sumbar, dr. Lila Yanwar, MARS

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sumbar, dr. Lila Yanwar, MARS baru merasakan hikmah atas kerja keras dan tempaan yang dilaluinya selama ini.

 

“Bangun jam 3 sebelum subuh, magrib masih di kantor sudah biasa dari dulu, padahal saya baru staf biasa. Dulu mikir juga, kok gini amat ya beratnya sampai bolak balik delapan kali cuma buat mengurus surat. Tapi sekarang saya rasa ini takdir Allah dan didikan Kadis waktu itu bu Nini, untuk mengkader dan menempa saya agar siap menapaki jabatan sekarang,” kata dr. Lila.

 

Disebutkannya, karena kesungguh-sungguhannya dalam bekerja, perjalanan karirnya terbilang mulus.

 

Sebelumnya, dr. Lila  menjadi Staf pada 2010 dimana saat itu Ia juga sedang mengambil kuliah MARS. Sepuluh bulan berselang, Banyak tugas yang dirasa imposible (tidak mungkin) dapat diampu seorang staf. Juga mendampingi Kadis mengikuti rapat-rapat penting seperti ke DPRD dan lainnya.

 

“Saya ingat betul, dulu sering kena marah, kena press, dididik keras, tapi sekarang saya bersyukur,” ucapnya.

 

Waktu berlalu dr. Lila kemudian sempat diangkat menjadi Kasi. Ajaibnya 2 jam kemudian langsung diangkat menjadi Kabid.

 

Pada tahun 2011-2015 Ia juga sempat diamanahi sebagai pimpinan RSUD milik Provinsi di Kota Pariaman.

 

Ia juga pernah menjadi Kepala UPTD. BKIM, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), dan terakhir menjadi Direktur di RSUD Padang Panjang.

 

“Banyak yang bilang, proses yang saya lalui sangat kilat, tapi saya berprinsip laksanakan kerja sebaik-baiknya. Kalau cari muka sama Allah jangan sama makhluk,” tuturnya.

 

Sosoknya dr. Lila juga dikenal ligat dan taktis. Saat kepemimpinannya di Dinkes Sumbar, Ia berharap bisa segera menyeimbangkan sistem dan resonansi kerja seluruh staf, memperbaiki peforma RS, memperkuat verifikasi dan data, meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi semua perjalanan dinas yang tidak perlu. (*/red)