TANAH DATAR, ONtime.ID – Hujan deras dengan durasi waktu yang cukup lama pada Selasa (12/05) malam, pada beberapa kecamatan di lingkungan kabupaten Tanah Datar menyisakan banyak permasalahan dengan lahan pertanian dan pemukiman warga, terutama di kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara.
Terpantau pada dua kecamatan tersebut, Kecamatan Lintau Buo tepatnya di pelataran Jembatan Timbangan Oto (JTO) Sitangkai Nagari Taluk, dan sejumlah lokasi lahan pertanian terdampak di Lintau Buo Utara, termasuk juga di lan pertanian di Kecamatan Tanjung Emas.
Akibat dari Bencana Banjir tersebut Pemerintah Kabupaten Tanah Datar “gercep” dengan tindakan mendirikan posko darurat bencana di dua kecamatan dari empat kecamatan yang terdampak bencana banjir pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu.
[irp posts=”36154″ ]
Bupati Tanah Datar Eka Putra saat mengunjungi lokasi banjir di Nagari Taluk mengatakan hujan yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar dua hari yang lalu mengakibatkan empat Kecamatan terdampak cukup parah : Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Kecamatan Tanjung Emas.
”Kami dari Pemda telah turun langsung ke lapangan memastikan keselamatan warga dan kami juga memberikan bantuan mendesak kepada masyarakat seperti sembako dan lainnya,” kata Bupati Kamis, (14/5/2026).
Bupati menjelaskan, meskipun tidak ada korban jiwa, dari pantauan di lapangan dan laporan dari dinas terkait ada beberapa rumah yang hanyut dan juga rusak sedang hingga berat.

Untuk rumah yang hanyut dan rusak berat, Bupati menawarkan dua metode perbaikan ke masyarakat sebagai ganti tempat tinggal.
[irp posts=”36157″ ]
”Kami menawarkan dua metode, yaitu hunian tetap (huntap), yaitunya lahan kami siapkan dan rumah kami yang bangun. Kedua metode mandiri, yaitunya lahan dari warga bangunan dari pemerintah,” jelas Bupati.
Dikutip dari laman Salingka Tanah Datar pemilik Akun Putra Salayang Pandang, Jumat (15/05), meyebutkan Lebih lanjut, untuk pembersihan material khususnya di rumah warga dibantu Damkar dan BPBD dan hari ini Jum’at akan dibantu dari TNI AD dari Batalyon Pandeka Gunung Marapi.
”Pembersihan material tadi saya lihat sudah disemprot oleh tim pemadam dan besok (hari ini) akan dibantu dari Batalyon Pandeka Gunung Marapi satu pleton. Mudah-mudahan sangat membantu untuk membersihkan rumah-runah yang terkena banjir,” lanjut Bupati.
Sementara itu, dikutip dari akun FB Binca Indraldi menyebutkan, bahwa saat ini Masyarakat Dusun Tanjuang Anau bergoro bersama membuat jembatan darurat.
Satu satuhya jembatan akses hubungan ke dusun Tanjuang Anau jorong Aliran Sungai, Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo terputus akibat ambruk dihanyutkan air bah Batang Selo pada selasa malam tangga 12 Mei 2026.
[irp posts=”36150″ ]
Kondisi ini memgakibatkan masyarakat di Tanjuang Anau terisolasi karena jembatan tersebut adalah akses satu satunya, akibatnya sampai saat ini mereka kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan harian.
Salah satu warga setempat Dodi berharap ada perhatian pemerintah dengan segera membuat jembatan darurat meskipun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. (*)













