Padang

Gelar Tsunami Fun Drill, Wako Harap Warga Bisa Selamatkan Diri

255
×

Gelar Tsunami Fun Drill, Wako Harap Warga Bisa Selamatkan Diri

Sebarkan artikel ini
tsunami
Wako Hendri Septa membantu seorang lelaki tua yang duduk di kursi roda menuju tempat evakuasi saat simulasi gempa dan tsunami di kawasan Purus, Sabtu (5/11).

PADANG, ONTIME.ID–Pemerintah Kota Padang terus melakukan berbagai upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

Mulai dari menyiapkan tempat dan jalur evakuasi, melakukan simulasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami dan lain sebagainya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day), Pemko Padang melalui BPBD bersama BMKG menggelar simulasi gempa dan tsunami (Tsunami Fun Drill) di Kelurahan Purus dan Lolong Belanti Sabtu (5/11).

Di Kelurahan Purus, simulasi diikuti ratusan orang yang terdiri dari pelajar, warga yang tinggal atau beraktivitas di tersebut. Sementara di Kelurahan Lolongbelanti diikuti oleh murid SDN 15 Padang dan pelajar SMPN 7 Padang.

Simulasi tersebut melihatkan situasi kenyataan mulai dari sebelum hingga sewaktu terjadinya gempa yang berpotensi tsunami. Di Kelurahan Purus, warga dan seluruh siswa SD berlari sambil memegangi kepalanya. Mereka diarahkan untuk berlari ke gedung tertinggi terdekat. Yakni ke Hotel Mercure.

Wali Kota Padang Hendri Septa juga ikut berlarian dan dengan sigap membantu lelaki tua yang duduk di kursi roda menuju tempat evakuasi. Sementara di Lolong Belanti, para pelajar SDN 15 diarahkan menuju ke SMPN 7 Padang sebagai tempat evakuasi.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, Tsunami Drill ini digelar dalam rangka implementasi dari Tsunami Ready Community UNESCO-IOC. Dimana Kota Padang saat ini tengah dinilai dalam hal kesiapsiagaan bencana.

“Simulasi ini berjalan baik, semua warga siap siaga. Ketika terjadi gempa, kita minta warga tetap tenang dan bergerak cepat mencari titik aman,” kata Hendri Septa.

Menurutnya, simulasi sangat diperlukan bagi warga. Karena simulasi merupakan upaya melatih diri dari hadangan bencana. “Apalagi kita di Padang berada di daerah rawan bencana,” ucap Hendri Septa.

 

Menghadapi bencana, Hendri Septa menyebut, Kota Padang telah menyiapkan tiga shelter sebagai tempat evakuasi warga. Selain itu, jalur evakuasi juga telah disiapkan dengan baik. Ke depan, pihaknya akan membuat jalur evakuasi jembatan penyeberangan di Danau Cimpago, Purus.

Jalur itu akan memudahkan warga dari pantai menuju Hotel Mercure. “Pantai merupakan kawasan wisata, diharapkan dalam pembangunan jembatan penyeberangan ini kita akan berkoordinasi dengan BWSS V,” sebut Hendri Septa.

Sisi lain, selama pandemi Covid-19, simulasi bencana memang sempat terhenti. Mulai saat ini, Pemko Padang akan kembali melakukan simulasi bencana kepada warga. Rencananya, simulasi dilakukan sekali dalam tiga bulan.

“Ke depan saat simulasi, kita harapkan seluruh warga mengikutinya. Termasuk warga yang sedang berkendara, ikut menyelamatkan diri. Karena ini bagian dari edukasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Padang Endrizal menyebutkan, kegiatan Tsunami Fun Drill ini juga dalam rangka menindaklanjuti persiapan Indonesia untuk mendapatkan sertifikat Tsunami Ready Community dari Unesco-IOC.

Pemerintah Indonesia melalui BMKG Pusat mengadakan kegiatan ini untuk 9 desa/kelurahan se-Indonesia. Dimana untuk Kota Padang sendiri dilaksanakan di dua kelurahan, yakni Kelurahan Purus dan Kelurahan Lolongbelanti.

Sebelum simulasi dilakukan, warga telah diberikan pemahaman mengenai enam komponen simulasi. Mulai dari identifikasi bencana, respons masyarakat, membaca peta tsunami hingga bagaimana mereka harus mengungsi ke titik-titik evakuasi.

Sehingga dalam simulasi ini dibuat seperti kejadian sebenarnya, bagaimana warga berlindung ketika terjadi gempa dan melakukan evakuasi ketika terjadi tsunami,” terang Endrizal.

Ikut hadir mendampingi Wali Kota Padang Sekko Andree Algamar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Padang Barat Junie Nursyamza dan Camat Padang Utara Pagara Anas bersama para lurah dan elemen masyarakat di dua kecamatan setempat. (*/red)