PADANG, ONTIME.ID–Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, mengukuhkan dan melantik pengurus Karang Taruna Provinsi Sumatera Barat periode 2022 – 2027 di Auditorium Gubernuran, Sabtu (10/12).
Organisasi sosial kepemudaan ini, kembali dipimpin petahana Mahdianur. Selanjutnya Sekretaris Muhammad Taufiqurrahman, Bendahara Zen Zuldi, serta bidang-bidang Karang Taruna lainnya.
Pengukuhan tersebut disaksikan oleh Ketua Umum Karang Taruna, Didik Murianto, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Ary Yuswandi, serta pengurus Karang Taruna Sumbar dan kabupaten kota di Sumbar.
Mahyeldi menyebutkan Karang Taruna sesuai dengan visi misi Sumbar yang menekankan banyak program untuk generasi muda.
“Kami berharap Karang Taruna mampu mengoptimalkan potensi untuk menjawab permasalahan sosial kemasyarakatan di Sumbar, sehingga menghadirkan jawaban untuk bangsa dan negara,” terangnya
Gubernur juga mengapresiasi proses Pemilihan pengurus di Karang Taruna. “Ini harus jadi contoh bagi pengurus lain, karena pemilihan pengurus berjalan baik, tanpa ribut-ribut,” terangnya.
Rahmat Saleh, ketua Dewan Pengarah Karang Taruna Sumbar mengapresiasi kepengurusan sekarang. Ia berharap Karang Taruna bisa bergerak lebih cepat dengan kepengurusan yang kompak.
Hal yang sama disebutkan Didik Mukrianto, Ketua umum pengurus nasional, Karang Taruna.
Ia menjelaskan kehadiran organisasi kepemudaan Karang Taruna di tengah masyarakat akibat keprihatinan terhadap permasalahan sosial di generasi muda. Peran itu harus diperkuat ke depannya dengan memperhatikan kemandirian ekonomi sosial pemuda.
“Kepentingan kami sekarang dan kedepan terus memperkuat usaha bersama dan UMKM yang telah di desain sahabat – sahabat karang taruna,” kata
Didik Mukrianto yang juga anggota DPR RI itu menyebutkan, Karang Taruna diharapkan tampil ke depan dan mendorong terus kehadiran sosial entrepreneurship. Karang Taruna adalah organisasi sosial kepemudaan yang independen.
Lahir pada 26 September 1960. Kelahiran Karang Taruna, sebutnya dilatarbelakangi keprihatinan dan keterpanggilan sosial karena banyak anak yatim piatu yang putus sekolah, dan banyaknya generasi muda yang menyandang permasalahan sosial
Didik menegaskan kepada seluruh kader karang taruna itu menyukseskan program kerja nasional yaitu peran sosialis, sebagai perekat sosial melawan kemiskinan.
Program selanjutnya yaitu karang taruna mampu menghadirkan kemandirian ekonomi. Terakhir Karang taruna tampil ke depan menjadi pemimpin dan leader yg menjadi panutan.
Didik juga mengingatkan sebagai mitra pemerintah, Karang Taruna bukanlah oposisi. Kita, sebutnya dituntut lebih adaptif, kreatif dan inovatif serta berkontributif untuk bangsa dan negara. (*/red)













