“Kontingen Sumbar berhasil meraih satu medali emas dan tiga medali perak. Saat itu kita mengirimkan satu official, dua pelatih dan enam atlet,”ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Dedy Diantolani.
Atlet yang meraih medali emas adalah Yoga Arisandi, medali perak disumbangkan oleh Taufik Abdullah, Aulia Delfa dan Keysa Novianto. Secara keseluruhan bonus yang diberikan untuk tim karate PPLP Sumbar yang mengikuti Kejurnas adalah sebesar Rp73 juta rupiah. “Bonus untuk atlet jumlahnya secara keseluruhan adalah 48 juta rupiah, untuk pelatih secara keseluruhan adalah 19 juta dua ratus ribu rupiah dan official sebanyak enam juta rupiah,”ujarnya.
Disebutkan Dedy, pada tahun 2021 yang menyelenggarakan kejurnas hanya dari cabang karate saja. Hal itu disebabkan karena kondisi pandemi Covid-19 jadi tidak semua cabang yang dipertandingkan. “Jadi Kemenpora hanya menyelenggarakan kejurnas cabor yang tuan rumahnya siap saja. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan banyak kejurnas yang ditiadakan,”katanya.
Dedy meminta atlet yang berhasil meraih medali untuk tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan agar bisa meraih prestasi yang lebih nantinya. “Secara keseluruhan atlet yang ada di PPLP Sumbar ada sebanyak 127 orang yang berasal dari 12 cabang olahraga,”ujarnya.
Sementara itu Gubernur Sumatra Barat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh atlet karate PPLP Sumbar. “Atlet PPLP itu memang harus berkualitasi. Sebab mereka setiap hari latihan dan latihan. Jadi jangan sampai atlet PPLP tidak berkualitas,”katanya.
Mahyeldi juga meminta saat seleksi penerimaan untuk PPLP agar merujuk ke standar penerimaan TNI, Polri dan sekolah kedinasan. Tujuannya agar setelah tamat dari PPLP para atlet tersebut bisa dengan mudah masuk TNI, Polri dan sekolah kedinasan.
“Jadi setelah tamat mereka memiliki prospek untuk masuk TNI, Polri dan sekolah kedinasan,”ujarnya, (red)













