PARIWARA

HARHUBNAS 2022, Sumbar Kian Dekat dengan Integrasi Moda Transportasi

595
×

HARHUBNAS 2022, Sumbar Kian Dekat dengan Integrasi Moda Transportasi

Sebarkan artikel ini
HARHUBNAS
GUBERNUR Sumbar, Mahyeldi Ansharullah berdiskusi dengan Kepala Dishub Sumbar, Heri Nofiardi.

PADANG, ONTIME.ID—Puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2022 di Sumatera Barat (Sumbar) ditandai dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar, Senin (19/9).

Upacara bendera itu diikuti seluruh Insan Perhubungan Sumbar, Dishub Sumbar, dan Dishub Kabupaten/Kota se-Sumbar. Termasuk juga UPT pemerintah pusat, BUMN, organisasi vertikal di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Organda Sumbar.

Mahyeldi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan amanat Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Ia menyebut, di tengah masa pemulihan pascapandemi Covid-19, Indonesia harus menghadapi perekonomian global yang belum bangkit. Banyak negara mengalami krisis ekonomi dan inflasi yang tinggi. Namun, patut disyukuri, Indonesia mampu menghadapi krisis global.

Tantangan ini juga tidak bisa dihadapi tanpa kolaborasi dan sinergi antarpemangku kepentingan di sektor transportasi. Oleh karena itu, Harhubnas tahun ini mengambil tema “Bangkit Maju Bersama”.

Kepala Dishub Sumbar, Heri Nofiardi mengatakan, tahun 2022 ini cukup banyak pembangunan sektor perhubungan di Sumbar dalam upaya mengintegrasikan intermoda darat, laut, udara, dan kereta api. Total anggarannya sekitar Rp1 triliun untuk menunjang integrasi tersebut. “Dukungan pemerintah pusat melalui APBN cukup besar, hampir mendekati Rp1 triliun ke Sumbar untuk menunjang integrasi tersebut,” katanya.

Di sisi laut, pembangunan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang dirancang beberapa tahun lalu pun sudah mulai beroperasi. Ditargetkan , pada 2023 pembangunan jalan menuju pelabuhan tersebut selesai.

Selain itu, ada pembangunan Bandara Rokot Mentawai, Pelabuhan Panasahan Pesisir Selatan, Terminal Tipe A Anak Air Padang, serta pembangunan jalan kolektor jalur kereta api di Kota Padang.

Ke depan, infrastruktur perhubungan harus terencana. Dengan 45 ribu kilometer luas daratan Sumbar, hanya sebanyak 27 ribu kilometer yang dapat dibangun pemukiman, perkantoran, sekolah, dan jalan. “Kondisi ini karena kita dikekang oleh hutan cagar alam dan hutan lindung. Untuk itu, harus ada keseimbangan alam untuk pembangunan,” kataya.

Sementara saat ini kondisi kendaraan terus bertambah, tetapi pembangunan jalan tidak bertambah. Untuk itu, solusinya diperlukan rekayasa lalu lintas. “Solusinya dengan mengaktifkan pelabuhan. Dua pelabuhan Teluk Tapang dan Panasahan harus sudah beroperasi untuk mengangkut hasil tambang batu bara, biji besi, dan CPO. Sehingga mengurangi aktivitas truk di jalan raya. Termasuk juga penghematan BBM dan pemangkasan waktu jarak tempuh,” ujarnya.

Selain upacara bendera, peringatan Harhubnas di Sumbar diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Sebelumnya, Minggu (18/9) dilaksanakan jalan santai dan diisi dengan hadirnya hiburan musik, perlombaan, dan doorprize dengan hadiah menarik.

Peringatan Harhubnas Minggu pagi itu juga berdampak ekonomi bagi warga Kota Padang. Dishub Sumbar menyediakan fasilitas bagi pelaku UMKM untuk menyediakan berbagai produk kuliner di Kota Padang. Jalan santai ini yang pertama kali digelar setelah lebih dua tahun masyarakat Sumbar menghadapi pandemi Covid-19 diikuti Keluarga Besar Insan Perhubungan se-Sumbar, BUMN, dan Organda Sumbar.