Peristiwa

Isu Penculikan Anak SDN 14 Gurun Lawas Padang Merupakan Rekayasa Korban

321
×

Isu Penculikan Anak SDN 14 Gurun Lawas Padang Merupakan Rekayasa Korban

Sebarkan artikel ini
penculikan
Isu Penculikan Anak SDN 14 Gurun Lawas Padang Merupakan Rekayasa Korban

PADANG, ONTIME.ID — Isu  Penculikan Anak SD 14 Kelurahan Gurun Lawas Kecamatan Lubuk Begalung Kota  Padang yang sempat santer ditengah – tengah masyarakat Kota Padang beberapa hari yang lalu merupakan rekayasa dari korban, penyebabnya korban takut tidak dapat masuk sekolah karena terlambat datang.

 

Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Yanti Delfina Humas Polres Kota Padang menyampaikan kepada awak media Ontime.id ternyata  kasus penculikan anak beberapa hari yang lalu sempat santer ditengah-tengah masyarakat kota padang pada umumnya ternyata tidak benar, hanya merupakan rekayasa dari anak itu sendiri.

 

Lanjut  uraian Yanti, karena anak tersebut takut dimarahi oleh sang guru disebabkan terlambat sampai di sekolah , kemudian timbul ide dari sianak yang mengatakan dia hampir saja jadi korban penculikan anak oleh orang tak dikenal.

 

Jadi karena dia terlambat tiba disekolah, anak tersebut berbalik langsung untuk kembali pulang kerumah sesampainya dirumah dia berkata pada neneknya  kalau dia mau diculik oleh seseorang. Orang tua anak kemudian mempersolkan tentang kronologis  yang  sebenarnya terjadi pungkasnya.

 

Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Harry Mariza Putra menyampaikan kepada awak media yang ditemui diruangan kerjanya, pada hari Selasa, 31/01/2023.  hasil dari penyelidikan kami terhadap anak yang menatakan dirinya diculik,  mengaku cerita ini hanya dibuat- buat saja sendiri karena terlambat datang ke sekolah  takut akan di marahi oleh sang guru.

 

Hasil dari pengakuannya, anak ini baru saja turun dari angkot langsung melihat situasi karena kawan-kawan sudah masuk semuanya, karena merasa dirinya sudah terlambat sampai disekolah terlintas dipikiran untuk membuang tas dan sepatu. Ucap Harry,

 

Habis selesai  membuang tas dan sepatunya langsung  pergi kembali kerumah nenek hingga dikaranglah cerita tentang penculikan terhadap dirinya  yang bisa dilanjutkan untuk dilaporkan cerita itu kepada pihak tempat dia sekolah. Kata Harry mengakhiri pada awak media.  ( Aripin )