PADANG, ONtime.ID — Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Amanat Nasional (PAN) ke-27, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumatera Barat, H. Arisal Aziz, menegaskan kembali garis perjuangan politik partai sebagai sarana pengabdian.
Hal itu disampaikan dalam acara silaturrahmi besar yang mempertemukan jajaran DPW, DPD, hingga Fraksi PAN DPRD se-Sumatera Barat di Ball Room Pangeran Beach Hotel, Padang, Senin (18/8/2025).
Dalam arahannya, Arisal Aziz menekankan bahwa politik tidak boleh dipahami semata sebagai perebutan kekuasaan. Lebih dari itu, politik harus dimaknai sebagai ruang ibadah, pengabdian, dan tanggung jawab moral. “Menjadi kader PAN adalah wujud pengabdian, bukan hanya kepada rakyat, tetapi juga tanggung jawab yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” ujar Arisal dengan penuh penekanan.
Menurutnya, tanggung jawab moral ini menjadi pembeda utama antara politik yang berorientasi kepentingan sempit dengan politik yang benar-benar berpihak kepada rakyat. PAN, kata dia, harus berada pada jalur kedua.
Dekat dengan Rakyat, PAN Akan Dicintai
Lebih jauh, Arisal mengajak seluruh pengurus dan kader PAN Sumbar untuk menjaga kedekatan dengan rakyat. Ia menyebut, tanpa kedekatan, partai politik hanya akan menjadi institusi formal yang jauh dari denyut nadi kehidupan masyarakat.
“Kita harus selalu hadir di tengah rakyat. Dekat dengan rakyat adalah kunci. Dengan begitu, kita akan mengetahui setiap permasalahan, mendengar langsung keluh kesah mereka, dan memahami apa yang sesungguhnya mereka butuhkan,” tegasnya.
Arisal meyakini, jika cara itu dijalankan secara konsisten, maka PAN akan semakin dicintai. Bukan karena pencitraan semata, tetapi karena rakyat merasakan langsung manfaat keberadaan kader PAN.
“PAN bukan hanya sekadar nama partai, tapi rumah pengabdian. Jika rakyat merasakan manfaat, maka mereka sendiri yang akan menjaga PAN tetap kuat dan relevan,” tambahnya.
Momentum silaturrahmi ini sekaligus menandai konsolidasi awal kepengurusan DPW PAN Sumbar di bawah komando Arisal Aziz. Ketua pelaksana kegiatan, Muhayatul, menyampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan PAN Sumbar diterima pada 7 Agustus 2025 di Kantor DPP PAN, Jakarta.
Tidak butuh waktu lama, pada malam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8), DPW PAN Sumbar langsung menggelar rapat perdana yang dipimpin langsung oleh Arisal Aziz. Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan pandangan sekaligus menyusun agenda strategis jelang HUT PAN ke-27.
“SK sudah di tangan. Kini saatnya bekerja, menyatukan kekuatan, dan menegaskan arah perjuangan partai di Sumatera Barat,” jelas Muhayatul.
HUT ke-27 PAN, yang diperingati pada tahun 2025 ini, disebut Arisal sebagai momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus akselerasi. Sejak berdiri pada 23 Agustus 1998, PAN lahir dari rahim reformasi dengan semangat membela rakyat, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan demokrasi.
“Dua puluh tujuh tahun bukan usia yang singkat. Ini saatnya PAN membuktikan diri sebagai partai yang konsisten dengan amanat reformasi. Kita harus tampil lebih solid, lebih progresif, dan lebih peka terhadap persoalan rakyat,” ungkap Arisal.
Menurutnya, Sumatera Barat sebagai daerah yang dikenal religius dan memiliki tradisi demokrasi kuat harus menjadi basis penguatan nilai-nilai PAN. Karena itu, DPW Sumbar di bawah kepemimpinannya akan mendorong kader untuk aktif turun ke lapangan, membangun komunikasi intensif dengan masyarakat, dan memastikan kehadiran partai terasa nyata.
Selain kedekatan dengan rakyat, Arisal juga menekankan pentingnya soliditas internal. Ia menyadari, dinamika politik di tingkat daerah maupun nasional kerap diwarnai perbedaan kepentingan. Namun, menurutnya, perbedaan itu tidak boleh memecah belah.
“Kita boleh berbeda pandangan, tapi tujuan kita sama: membesarkan PAN. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai jurang pemisah,” ujarnya.
Soliditas inilah yang diyakini Arisal akan menjadi modal utama PAN menghadapi berbagai tantangan politik ke depan, baik dalam konsolidasi kader, pemilu legislatif, maupun agenda-agenda politik lainnya.
PAN dan Harapan Rakyat Sumbar
Arisal juga menyoroti pentingnya PAN Sumbar menjadi saluran aspirasi rakyat. Dengan beragam persoalan mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial, masyarakat membutuhkan partai yang benar-benar mendengar dan memperjuangkan kebutuhan mereka.
“Jangan biarkan rakyat merasa sendiri. PAN harus menjadi tempat rakyat mengadu dan mencari solusi. Inilah makna pengabdian yang saya maksud,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Arisal mengingatkan bahwa kepercayaan rakyat adalah modal politik terbesar. Bukan hanya kursi di parlemen atau jabatan struktural, melainkan legitimasi dari rakyat yang merasa terwakili.
Silaturrahmi jelang HUT ke-27 PAN ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan penegasan arah perjuangan politik partai di Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Arisal Aziz, PAN Sumbar bertekad membangun politik berbasis pengabdian, kedekatan dengan rakyat, dan soliditas internal.
Dengan spirit ini, PAN Sumbar berharap dapat memperkuat posisi partai di tengah masyarakat, sekaligus mengembalikan marwah politik sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
“InsyaAllah, jika kita istiqamah dekat dengan rakyat, PAN akan selalu mendapat tempat di hati mereka. Inilah jalan yang harus kita tempuh bersama,” pungkas Arisal Aziz di akhir arahannya. (*)













